Ponticity post author Kiwi 01 Juli 2026

Wagub Krisantus Bekali Mahasiswa KKN Universitas PGRI Pontianak

Photo of Wagub Krisantus Bekali Mahasiswa KKN Universitas PGRI Pontianak Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membekali mahasiswa KKN Universitas PGRI Pontianak.

PONTIANAK, SP - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar, Krisantus Kurniawan, memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas PGRI Pontianak yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah.

Dalam suasana penuh keakraban, Krisantus tidak hanya berbicara mengenai peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi para peserta KKN.

Di hadapan mahasiswa, Krisantus mengisahkan bagaimana perjalanan hidupnya dimulai dari bangku kuliah hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Kalbar. Ia menegaskan, setiap keberhasilan lahir dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, ketekunan, serta semangat untuk terus belajar.

“Saya juga pernah menjadi mahasiswa seperti kalian. Apa yang saya capai hari ini bukan karena kebetulan, tetapi karena saya terus belajar, bekerja keras, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Karena itu, jangan pernah menyerah mengejar cita-cita. Siapa tahu di antara kalian kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan pemimpin bangsa,” ujar Krisantus.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat dimiliki seseorang. Ilmu pengetahuan bukan hanya menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi modal utama dalam memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong seluruh mahasiswa agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Krisantus mengajak mereka terus meningkatkan kapasitas diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kalau sudah selesai S1, lanjutkan S2. Setelah S2, lanjutkan lagi S3. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, karena semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Selain pendidikan formal, Krisantus juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Ia menilai telepon genggam dan media sosial merupakan alat yang sangat bermanfaat apabila dimanfaatkan secara bijaksana. Sebaliknya, teknologi juga dapat membawa dampak negatif apabila digunakan tanpa kendali dan tanpa kemampuan menyaring informasi.

“Handphone itu bisa menjadi jalan menuju kebaikan, tetapi juga bisa menjadi jalan yang menjerumuskan. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah percaya pada berita hoaks, dan biasakan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau membagikannya,” tegasnya.

Menghadapi era persaingan global, Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan tersebut akan membuka peluang yang jauh lebih luas, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun membangun jejaring internasional.

Ia berharap mahasiswa Universitas PGRI Pontianak mampu menjadi generasi yang kompetitif tanpa kehilangan identitas sebagai putra-putri Kalimantan Barat.

Secara khusus, Krisantus juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa perempuan agar menjaga pergaulan serta memiliki prinsip yang kuat dalam menentukan pilihan hidup.

Menurutnya, masa depan seseorang tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan penampilan atau kesan sesaat, melainkan harus dibangun melalui pertimbangan yang matang terhadap karakter, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan.

“Jangan mudah tertarik hanya karena penampilan seseorang. Kenali karakter dan tanggung jawabnya. Jagalah diri, karena masa depan kalian sangat berharga,” katanya.

Lebih jauh, Krisantus menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi justru menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang lebih maju.

“Kita semua bersaudara. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Kalimantan Barat yang semakin maju. Jadilah mahasiswa yang memberi contoh dalam menjaga persatuan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap para peserta KKN, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Wajok Hilir.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut menyampaikan optimismenya terhadap masa depan pembangunan Kalbar. Ia berharap operasional Pelabuhan Kijing dapat segera berjalan secara penuh sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekspor daerah, memperkuat daya saing ekonomi, sekaligus berdampak pada meningkatnya Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Kalimantan Barat.

Selain itu, ia mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Kalbar untuk menertibkan kendaraan berpelat nomor luar daerah yang beroperasi secara tetap di Kalimantan Barat.

Menurutnya, kendaraan yang sehari-hari digunakan di Kalbar sudah seharusnya didaftarkan di daerah ini sehingga pajak kendaraan dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang kembali dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kendaraan yang digunakan dan beroperasi di Kalbar sudah seharusnya terdaftar di Kalbar. Dengan demikian, pajak kendaraan dapat kembali menjadi pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” pungkasnya.

Pembekalan tersebut tidak hanya menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan program KKN, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, semangat belajar sepanjang hayat, serta komitmen menjaga persatuan demi masa depan Kalimantan Barat yang lebih maju.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda