Pontianak, SP - DPD HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kalimantan Barat akan melibatkan generasi muda dari kalangan Gen Z dalam kepengurusan organisasi yang sangat besar kepentingannya dalam mensejahterakan para petani nelayan dan perkebunan ini.
Gen Z ini akan memperkuat dan mengembangkan serta memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu memetakan potensi-potensi geografis yang akan dikembangkan DPD HKTI Kalbar.
Hal itu dikatakan Sekertaris DPD HKTI Kalimantan Barat M Imanullah yang kemarin Minggu (28/6) dilantik untuk periode 2026 - 2031, kepada Suara Pemred, Rabu (1/7) di Pontianak.
Menurut Iman, program HKTI Kalbar ke depannya adalah memetakan potensi-potensi di wilayah yang strategis secara geografis, sehingga dari hasil pemetaan ini dapat memaksimalkan wilayah tersebut untuk program ketahanan pangan.
"Data-data geografis tersebut kita olah dan bisa kita maksimalkan fungsi geografis itu untuk kemandirian pangan," ujarnya.
Dengan keterlibatan dan kerjasama dengan gen Z untuk memanfaatkan teknologi lebih modern yang berbasis digital untuk para petani. "Bukan teknologi yang ramai digunakan tetapi teknologi digital yang difokuskan untuk para petani, kita ingin petani tidak seperti dulu," kata Iman.
Komposisi kepengurusan DPD HKTI Kalbar yang tadinya terpecah tiga sekarang sudah bersatu. Masuknya kalangan Gen Z diharapkan kepengurusan DPD HKTI Kalbar menjadi lebih dinamis.
Selain Gen Z, di Kepengurusan ada dari kalangan Akdimisi, Praktisi dan Senior.
"Jadi komposisi kepengurusan sekarang kami ambil dari kalangan Gen Z, agar ini lebih dinamis, selain kami gabungkan komposisi yang ada, dimana ada terpecah tiga ya, dan sekarang kami satukan pengurus ini, dimana pengurus DPD Kalbar sudah menjadi satu, dimana komposisinya tidak dari kalangan akademisi saja tapi juga ada praktisi ada Gen Z dan ada juga yang senior semua jadi satu," kata Iman.
Dengan kepengurusan ini menjadi kolborasi kekuatan sehingga sumber daya manusia HKTI di Kalbar diharapkan lebih optimal. "Ini akan berdampak tentunya bagi kemajuan para petani, nelayan dan pekebun," ujarnya.
Organisasi HKTI ini sangat besar kepentingannya untuk para Petani dan pemerintah. Disinilah dibutuhkan sinergi antara Petani dan Pemerintah tentunya dalam hal ketahanan pangan dan yang terutama bagaiaman mampu mensejahterakan para petani.
"Karena petani sejahtera Insya Allah negara pun sejahtera, tetapi kalau petani masih seperti sekarang sangat sulit mencapai kesejahteraan," katanya.
Sedangkan program pertama HKTI Kalbar yang sudah dilaksanakan yang juga dilaunching saat pelantikan pengurus DPD HKTI Kalbar adalah hilirisasi jagung.
Program ini merupakan hasil inisiasi dengan Dina Pertanian Provinsi Kalbar untuk 5000 hektar Jagung Hybrida di Kabupaten Bengkayang.
Dari hasil panen jagung hybrida ini rencananya jonggol jagung akan dimanfaatkan untuk sumber pembangkit energi listrik, yang merupakan energi yang terbarukan.
"Mungkin banyak lagi inovasi-inovasi dan program yang akan kita lakukan dari Rakerda yang segera akan kami laksanakan sesuai instruksi dari Ketua DPD HKTI yang juga Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan," kata Iman.
Dikatakannya juga, bahwa HKTI akan menghadapi berbagai tantangan terutama soal Global Climate Exchange.
Perubahan cuaca yang sangat ekstrem ini dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk mampu berdaya saing, sehingga krisis pangan tidak terjadi, dan tujuan program ketahanan pangan tetap bisa tercapai. "Dan ini dibutuhkan inovasi teknologi yang mampu memberikan informasi yang baik bagi para petani sehingga petani bisa menentukan base in produknya," tandasnya.(Odie)