KUBU RAYA, SP - Kepala Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, H. Asmadi, menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan penjualan BBM jenis solar bersubsidi di SPBU One 64.78309 dengan harga di atas ketentuan.
Keluhan warga tersebut tidak hanya berkaitan dengan harga dan keterbatasan kuota pengisian, tetapi juga mempertanyakan mekanisme pendistribusian solar bersubsidi di SPBU yang berada di wilayah Desa Sungai Ambawang Kuala.
Warga mengaku membeli solar dengan harga Rp9.500 per liter. Harga tersebut, menurut warga, tercantum dalam kuitansi pembelian yang diberikan oleh pihak SPBU kepada mereka.
Adanya kuitansi tersebut menjadi salah satu dasar warga mempertanyakan harga solar yang mereka bayarkan. Warga menyebut harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga resmi yang selama ini mereka ketahui, yakni sekitar Rp6.800 per liter.
Selain persoalan harga, masyarakat juga mengeluhkan pembatasan pengisian solar bersubsidi. Warga mengaku hanya mendapatkan kesempatan mengisi sebanyak dua kali dalam sepekan dengan kuota sekitar 80 liter setiap kali pengisian.
Warga menilai kuota tersebut belum mencukupi kebutuhan operasional kendaraan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian.
Kondisi tersebut juga mulai mendapat perhatian serius dari masyarakat. Sejumlah warga menyatakan akan menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi apabila harga solar tetap berada di angka Rp9.500 per liter dan pembelian masih dibatasi hanya dua kali dalam sepekan.
Rencana aksi tersebut disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang meminta adanya kejelasan mengenai harga, kuota, serta mekanisme penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan penjelasan dan penyelesaian dari pihak terkait sebelum aksi dilakukan.
Menanggapi keluhan tersebut, H. Asmadi berharap penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Desa Sungai Ambawang Kuala dapat berjalan sesuai ketentuan pemerintah, baik dari sisi harga, kuota maupun mekanisme pendistribusiannya dapat mengutamakan kebutuhan warga.
"Kami berharap pendistribusian BBM, khususnya solar, sesuai dengan harga dan ketentuan yang berlaku. Kebutuhan masyarakat harus diutamakan agar tidak sampai kekurangan," kata H. Asmadi pada, Kamis (08/10).
Menurutnya, ketersediaan solar sangat berkaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat. Jika pasokan maupun distribusinya tidak mencukupi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas warga dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Asmadi juga meminta pihak Pertamina dan instansi berwenang menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Menurutnya, diperlukan pengecekan untuk memastikan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut telah berjalan sesuai aturan.
"Kami berharap pihak Pertamina bersama instansi yang berwenang dapat menindaklanjuti persoalan ini. Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, ke depan diharapkan pendistribusian BBM kepada masyarakat bisa lebih baik," ujarnya.
Dia menegaskan pemerintah desa pada prinsipnya mendukung penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan. Ketersediaan BBM bagi masyarakat, kata dia, juga diharapkan tetap terjaga tanpa mengabaikan aturan mengenai distribusi BBM bersubsidi.
Terkait dugaan harga solar Rp9.500 per liter dan pembatasan pengisian yang dikeluhkan warga, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak SPBU serta instansi yang memiliki kewenangan agar informasi tersebut dapat dipastikan secara objektif.
Pemerintah desa berharap persoalan tersebut segera mendapatkan perhatian sehingga masyarakat Desa Sungai Ambawang Kuala dapat memperoleh BBM sesuai ketentuan dan kebutuhan aktivitas mereka dapat berjalan dengan lancar. (*)