SINGKAWANG, SP - Baru saja dibuka dan membawa angin segar bagi konektivitas di Kota Singkawang pada 1 Oktober lalu, operasional penerbangan di Bandara Singkawang kini kembali harus dihentikan. Penyebabnya, kabut asap tebal kembali menyelimuti langit Kota Singkawang dan sekitarnya.
Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut.
"Kita lakukan pembatalan penerbangan sejak Sabtu (3/10) kemarin," kata Ilham Hafizi, Rabu (7/10).
Ia menjelaskan, pembatalan penerbangan terpaksa dilakukan demi alasan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Yang mana jarak pandang atau visibility di sekitar landasan pacu menurun drastis akibat kabut asap, sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk melakukan take off maupun landing.
"Pembatalan penerbangan dikarenakan kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang sejak Sabtu (3/10). Kondisi ini sangat membahayakan penerbangan, jadi kami tidak bisa mengambil risiko," ujarnya.
Padahal, pembukaan penerbangan perdana pada 1 Oktober lalu sempat disambut antusias oleh masyarakat Singkawang, Bengkayang dan Sambas. Kehadiran Bandara Singkawang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan mempermudah akses transportasi udara bagi warga di kawasan Singbebas.
Namun, bencana kabut asap yang rutin terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah Kalbar kembali menjadi kendala utama.
Pihak Bandara Singkawang mengaku terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara secara berkala. Koordinasi juga dilakukan dengan BMKG dan AirNav untuk menentukan kapan penerbangan bisa kembali dibuka.
"Kami akan terus update. Jika jarak pandang sudah memenuhi syarat minimal untuk penerbangan, operasional akan segera kami buka kembali. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan meminta masyarakat untuk memaklumi karena ini faktor alam," tutup Ilham. (rud)