Landak post authorKiwi 09 Juni 2026

Ketua Harian KONI Kalbar Buka Musorkab VI KONI Landak

Photo of Ketua Harian KONI Kalbar Buka Musorkab VI KONI Landak Ketua Harian KONI Kalbar, Muhammad Saupi

LANDAK, SP– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) VI di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang merupakan forum musyawarah tertinggi KONI di tingkat kabupaten tersebut dibuka langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Musorkab turut dihadiri Wakil Bupati Landak Erani, Sekda Landak Heri Adiwijaya, jajaran Forkopimda, pengurus cabang olahraga, serta perwakilan pengurus KONI Kalimantan Barat.

Ketua Harian KONI Kalbar, Muhammad Saupi, yang hadir mewakili Ketua KONI Kalbar Daud Yordan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Daud Yordan karena sedang menjalankan tugas sebagai Anggota DPD RI.

Dalam sambutannya, Saupi menilai prestasi olahraga Kabupaten Landak dalam beberapa tahun terakhir cukup membanggakan. Bahkan, Landak secara konsisten mampu menempati posisi tiga besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat.

“Pada Porprov tahun 2022, Kabupaten Landak berhasil naik satu peringkat menjadi runner up dengan raihan sekitar 74 medali emas, 73 perak, dan 67 perunggu,” ujarnya.

Saupi optimistis kepengurusan KONI Landak yang baru nantinya mampu semakin meningkatkan prestasi atlet daerah. Menurutnya, terdapat empat poin penting yang perlu menjadi perhatian dalam upaya mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Landak.

Poin pertama yakni pembinaan atlet yang berkelanjutan. Dengan wilayah Landak yang cukup luas, ia meyakini masih banyak potensi atlet berbakat yang dapat dikembangkan.

“Menjadi tugas pengurus KONI ke depan untuk mencari dan membina bibit-bibit unggul olahraga dari berbagai wilayah,” katanya.

Poin kedua adalah penerapan sport science dan peningkatan kualitas pelatihan. Menurut Saupi, olahraga modern tidak hanya berbicara soal kekuatan fisik, tetapi juga menyangkut aspek gizi, medis, hingga psikologis atlet.

Ia menilai latar belakang Ketua KONI yang berasal dari kalangan dokter menjadi nilai tambah karena memahami kebutuhan atlet, mulai dari pemenuhan gizi, pemulihan kondisi fisik, hingga aspek psikologis.

“Kalau ini diterapkan dengan baik, saya yakin olahraga Landak akan semakin maju,” ucapnya.

Selanjutnya, poin ketiga yang dinilai penting yakni dukungan anggaran yang memadai. Saupi menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan bagi pengurus KONI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Namun demikian, ia optimistis Kabupaten Landak memiliki potensi besar untuk mendukung pendanaan olahraga melalui sektor sumber daya alam dan perusahaan yang beroperasi di daerah, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Landak memiliki banyak potensi sumber daya alam dan perusahaan. Ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan olahraga,” katanya.

Poin terakhir adalah pembangunan infrastruktur olahraga. Saupi menilai Landak telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang cukup baik, seperti kolam renang dan lintasan atletik yang dinilai mampu mendukung lahirnya atlet berprestasi.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga hingga tingkat kecamatan dan desa akan semakin memperkuat proses pembinaan atlet di daerah.

“Kalau infrastruktur olahraga semakin banyak hingga ke desa-desa, maka pembinaan atlet akan semakin berkembang dan prestasi olahraga Landak akan terus meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa kepengurusan KONI ke depan harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan tantangan yang dihadapi daerah maupun nasional saat ini.

“KONI juga harus memahami bahwa situasi hari ini bukan situasi biasa. Kondisi dunia dan kondisi bangsa ini sedang dalam ujian yang luar biasa. Oleh karena itu, kepengurusan KONI ke depan harus bisa melakukan evaluasi dan menentukan prioritas,” ujarnya.

Karolin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak ke depan akan lebih memprioritaskan pembinaan atlet lokal dibanding merekrut atlet dari luar daerah demi mengejar prestasi instan.

“Kita mungkin bisa menang dapat 100 medali, tapi atletnya beli semua. Jadi saya bilang stop beli semua. Ke depan kita hanya akan pakai atlet daerah Kabupaten Landak. Mau menang, mau kalah, yang penting hasil daerah sendiri,” tegasnya.

Menurut Karolin, penggunaan anggaran daerah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Landak, termasuk dalam pembinaan olahraga.

Ia juga meminta seluruh cabang olahraga lebih aktif mencari dan membina bibit atlet potensial di daerah masing-masing.

“Kalau memang kita enggak punya atletnya, ya dicari. Semua kembali ke organisasi cabang olahraga untuk menentukan bibit, mencari bibit, membina, dan sebagainya,” katanya.

Karolin menilai konsep sekolah atlet dan sekolah Garuda dapat menjadi peluang untuk mendukung pembinaan atlet daerah sejak usia dini agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

Ia mencontohkan keberhasilan atlet panjat tebing nasional, Veddriq Leonardo, sebagai hasil dari proses pembinaan panjang, konsisten, dan profesional.

“Prestasi olahraga itu tidak murah, mahal dan butuh waktu. Oleh karena itu mari kita sama-sama mencari solusi terbaik agar kehadiran kita di organisasi dan pemerintahan bisa membawa manfaat bagi generasi muda dan insan olahraga di Kabupaten Landak,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menanggapi adanya rekomendasi dari sejumlah cabang olahraga agar dirinya memimpin KONI Kabupaten Landak.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut dan berharap koordinasi antara KONI dan pemerintah daerah nantinya dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Mudah-mudahan menjadi lebih efisien, lebih efektif, dan meningkatkan pembinaan bagi atlet di Kabupaten Landak,” tuturnya.

Karolin berharap Musorkab VI KONI Landak dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Landak.

“Tujuan akhir kita adalah bagaimana mendorong anak-anak muda Kabupaten Landak berprestasi di bidang olahraga dan membawa nama baik Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dan Indonesia,” pungkasnya. (aan)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda