Ponticity post authorelgiants 14 April 2026

Prof Thamrin Usman Wafat, Rektor Untan Garuda Wiko Berikan Penghormatan Terakhir

Photo of Prof Thamrin Usman Wafat, Rektor Untan Garuda Wiko Berikan Penghormatan Terakhir

Duka mendalam menyelimuti Kalimantan Barat (Kalbar) atas berpulangnya salah satu tokoh pendidikan terbaiknya, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, mantan Rektor Universitas Tanjungpura, yang wafat pada Selasa, 14 April 2026, di kediamannya di Jalan Paris 2, Komplek Paris Royal Residence, Pontianak Tenggara.

Sejak pagi hari, suasana haru tampak menyelimuti rumah duka. Keluarga, sahabat, civitas akademika, hingga para tokoh daerah silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai cendekiawan dengan dedikasi tinggi di dunia pendidikan tersebut.

Rektor Untan, Garuda Wiko, turut hadir langsung melayat ke kediaman almarhum. Kehadirannya menjadi simbol penghormatan sekaligus rasa kehilangan mendalam dari institusi yang pernah dipimpin oleh almarhum selama dua periode.

Dalam kesempatan itu, ia juga turut bersama para pelayat lainnya mensalatkan jenazah almarhum sebelum diberangkatkan ke Masjid Kampus.

Prosesi salat jenazah kemudian dilaksanakan di Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan dengan dihadiri ratusan pelayat. Di antara yang hadir, tampak Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Harisson, serta Mantan Gubernur Kalbar sekaligus Ketua IKA Untan Sutarmidji.

Ketiganya turut larut dalam suasana haru dan bersama-sama mensalatkan jenazah almarhum. Usai disalatkan, jenazah almarhum secara resmi dilepas oleh Rektor Untan Garuda Wiko untuk dimakamkan.

Dalam suasana penuh khidmat, pelepasan tersebut menjadi penanda akhir dari rangkaian penghormatan terakhir bagi sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat.

Rektor Untan Garuda Wiko menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal sebagai tokoh penting dalam pembangunan dunia pendidikan di Kalimantan Barat tersebut.

Ia menegaskan bahwa almarhum bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga figur teladan dengan komitmen kuat dan dedikasi tinggi selama mengabdi di Untan.

“Kami menyampaikan duka atas kepulangan almarhum. Beliau adalah figur teladan yang memiliki komitmen kuat dan dedikasi tinggi di dunia pendidikan, khususnya di Untan. Banyak jasa dan kontribusi yang telah beliau berikan,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai karya dan pengabdian almarhum selama menjabat sebagai Rektor Untan menjadi fondasi penting bagi perkembangan kampus hingga saat ini. Semangat dan keteladanan tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi seluruh sivitas akademika.

“Besar harapan kami, semangat almarhum dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Untan untuk terus berkarya dan memajukan institusi ini ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta segala amal ibadahnya diterima.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Hari ini kita mengantarkan Prof. Thamrin Usman. Mari kita doakan bersama agar beliau husnul khatimah, diampuni segala dosa dan diterima amal baiknya,” ucapnya.

Garuda Wiko turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah bekerja sama dengan Untan selama masa kepemimpinan almarhum. Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya bersama memajukan dunia pendidikan di Kalbar.

Sementara itu Sekda Provinsi Kalbar, Harisson yang juga turut hadir secara langsung dalam prosesi salat jenazah yang dilaksanakan di Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan duka cita atas wafatnya salah satu putra terbaik daerah tersebut.

Harisson mengungkapkan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Barat secara luas.

“Kita merasakan kehilangan seorang tokoh Kalbar yang juga merupakan dosen dan tokoh nasional yang mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan Kalbar,” ujarnya.

Menurutnya, almarhum memiliki peran besar dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi di Kalbar. Salah satu kontribusi nyata yang dikenang adalah keterlibatannya dalam menginisiasi pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Fakultas Kedokteran di Untan.

“Beliau ini menginisiasi untuk pendirian Fakultas MIPA termasuk Fakultas Kedokteran, sehingga sekarang kita sudah bisa mendidik dokter-dokter di Universitas Tanjungpura,” tambah Harisson.

Dalam suasana haru tersebut, Harisson juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima dan segala kekhilafan diampuni.

“Kita doakan agar beliau diampunkan semua kesalahan dan kekhilafannya, serta diterima semua amal ibadahnya,” jelasnya.

Duka mendalam juga turut dirasakan Mantan Gubernur Kalbar yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) Untan Sutarmidji, atas berpulangnya Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, mantan Rektor Universitas Tanjungpura. Sutarmidji juga tampak hadir dalam salat jenazah yang digelar di Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan.

Ia turut mensalatkan almarhum bersama keluarga, sahabat, serta civitas akademika sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat.

Dalam keterangannya, Sutarmidji menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia mengenang Prof. Thamrin Usman sebagai pemimpin yang tegas dan penuh dedikasi saat menjabat sebagai Rektor Untan selama dua periode.

“Saya sebagai Ketua Ikatan Alumni Untan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Prof. Dr. Thamrin Usman. Beliau ketika menjadi Rektor Untan sangat banyak karyanya, seperti pengembangan Fakultas MIPA, kemudian Fakultas Kedokteran, dan banyak hal lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan almarhum, Universitas Tanjungpura mengalami berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi kelembagaan maupun pengembangan akademik. Sosok Prof. Thamrin juga dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan visioner.

Selain kiprahnya di dunia pendidikan, Sutarmidji juga mengungkapkan bahwa almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Mujahidin. Keduanya bahkan kerap berdiskusi mengenai berbagai gagasan untuk kemajuan Kalimantan Barat.

“Beliau juga pernah menjadi Ketua Yayasan Mujahidin. Kami sering berdiskusi untuk kemajuan Kalbar. Karya-karya ilmiah beliau sebagai guru besar juga sangat banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah pemikiran almarhum, termasuk di bidang energi seperti pengembangan bahan bakar berbasis nabati, dinilai relevan dengan perkembangan saat ini.

“Sebetulnya kalau kita lihat, gagasan beliau sudah mengarah ke pengembangan seperti diesel B30, B40, hingga B50. Itu pemikiran yang visioner dan bisa ditindaklanjuti untuk kebaikan Kalbar,” katanya.

Sutarmidji pun mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.

“Mudah-mudahan beliau husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan duka cita atas nama jajaran pengurus IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Atas nama IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” jelas Sutarmidji.

Ditengah ratusan pelayat memadati Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan untuk melaksanakan salat jenazah. Tampak Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut hadir dan ikut mensalatkan almarhum bersama keluarga, sahabat, serta civitas akademika.

Tidak hanya itu, usai prosesi salat jenazah, Edi Rusdi Kamtono juga terlihat ikut mengangkat keranda jenazah almarhum menuju kendaraan yang akan membawa ke tempat peristirahatan terakhir.

Kehadiran dan keterlibatannya secara langsung dalam prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka mendalam atas kepergian tokoh pendidikan Kalimantan Barat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Edi Rusdi Kamtono juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengenang almarhum sebagai sosok cendekiawan yang telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di Kalimantan Barat.

“Almarhum adalah seorang cendekia yang memiliki dedikasi tinggi dan jasa besar dalam membangun dunia pendidikan. Pemikiran dan pengabdiannya telah memberikan dampak luas, tidak hanya bagi Universitas Tanjungpura, tetapi juga bagi kemajuan sumber daya manusia di daerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, sosok Prof. Thamrin Usman tidak hanya dikenal sebagai akademisi, tetapi juga sebagai figur yang mampu menjadi teladan dalam integritas, komitmen, dan pengabdian.

“Kita kehilangan tokoh yang sangat berjasa. Semoga apa yang telah beliau lakukan menjadi amal jariyah dan terus menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan di dunia pendidikan,” tambahnya.

Kepergian Prof. Thamrin Usman menjadi kehilangan besar bagi Kalimantan Barat. Jejak pengabdian, pemikiran, serta karya-karyanya diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun dunia pendidikan dan kemajuan daerah. (den)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda