BENGKAYANG,SP – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis membuka peringatan Hari Tari Sedunia yang dirangkaikan dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bengkayang sebagai upaya menumbuhkan kreativitas dan karakter generasi muda melalui seni budaya, Rabu (29/4).
Bupati mengajak seluruh peserta dan undangan untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ruang apresiasi terhadap seni tari dan budaya daerah.
“Hari Tari Sedunia bukan sekadar perayaan, tetapi juga ajakan untuk mengapresiasi seni tari sebagai bahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, etnis, dan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peringatan Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap 29 April merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh tari dunia Jean-Georges Noverre yang dikenal sebagai pelopor balet modern.
Menurut dia, Noverre membawa perubahan besar dalam dunia tari dengan menekankan bahwa gerakan tari tidak hanya indah secara visual, tetapi juga harus mampu menyampaikan emosi dan cerita yang mendalam.
Bupati menambahkan, peringatan Hari Tari Sedunia di berbagai negara umumnya diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan tari tradisional dan kontemporer, festival budaya, hingga workshop dan aksi tari massal.
Di Indonesia, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menampilkan kekayaan tari daerah sekaligus mendorong generasi muda agar mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Khusus di Kabupaten Bengkayang, peringatan Hari Tari Sedunia tahun ini dirangkaikan dengan pelaksanaan FLS3N yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kata dia, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi sarana strategis dalam menumbuhkan bakat dan kreativitas siswa di bidang seni.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga membentuk karakter, mengenal nilai moral, budaya, serta mempererat persaudaraan dan sportivitas,” katanya.
Ia menyebutkan tema kegiatan tahun ini, yakni “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, sejalan dengan upaya pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berbudaya.
Bupati juga mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Bengkayang untuk terus mendukung pengembangan bakat seni peserta didik sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
“Sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan seni budaya, khususnya di Bengkayang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta ruang ekspresi yang positif bagi pelajar sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.(nar)