PONTIANAK, SP - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pontianak menggelar doa bersama lintas tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pontianak.
Agenda ini digelar sebagai respon terhadap dinamika sosial beberapa waktu terakhir, termasuk adanya aksi demonstrasi yang sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Hadir dalam doa bersama ini sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Dandim 1207/Pontianak Letkol Inf Robbi Firdaus, Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Suyono, Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhamad Firdaus, Ketua FPK Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.
Ketua FPK Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim, menegaskan bahwa doa bersama ini menjadi pengingat sekaligus pengikat bagi semua elemen masyarakat untuk menjaga Pontianak tetap aman dan kondusif.
“Yang terpenting Kota Pontianak aman. Demo mahasiswa kami dukung selama itu murni menyampaikan aspirasi. Tapi kemarin kami melihat ada pihak yang mencoba menunggangi sehingga menimbulkan sedikit gejolak. Maka doa bersama ini bertujuan menjaga Pontianak tetap selamat dan kondusif,” ujar Hendry pada Jumat (5/9/2025).
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menyebut kegiatan ini sangat positif di tengah situasi Kota Pontianak yang beberapa waktu terakhir cukup dinamis.
Menurutnya, menjaga kondusifitas kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat keamanan, melainkan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami semua berkumpul di sini, ada Pak Kapolres, Pak Dandim, para habib, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, untuk mendoakan Pontianak agar tetap aman, damai, dan kondusif. Saya sebagai Ketua DPRD bersama Forkopimda sudah berkomitmen menjaga Pontianak tetap aman. Kondusifitas ini sangat penting untuk kita semua,” tegasnya.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol. Suyono, menambahkan bahwa keamanan kota tidak bisa hanya dibebankan pada aparat, tetapi harus dijaga dengan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pihak.
“Keamanan, ketertiban, dan kedamaian adalah hasil kerjasama semua pihak. Kita rangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, TNI, Polri, DPRD, dan pemerintah daerah. Kata kuncinya sinergitas. Dengan kondisi Pontianak yang kondusif, pembangunan ekonomi bisa bergerak dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” jelasnya.
Menurutnya, situasi Kota Pontianak saat ini tetap aman, tertib, dan terkendali meskipun sempat ada dinamika di lapangan. Ia menegaskan, hal itu tidak lepas dari semangat gotong royong semua pihak untuk menjaga stabilitas kota.
Melalui doa bersama ini, FPK Kota Pontianak berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, seluruh elemen harus memperkuat persatuan dan mendukung terciptanya suasana damai demi kemajuan Kota Pontianak. (din)