PONTIANAK, SP - Duka mendalam turut dirasakan Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Tanjungpura (Untan), Sutarmidji, atas berpulangnya Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, mantan Rektor Universitas Tanjungpura.
Sutarmidji tampak hadir dalam prosesi salat jenazah yang digelar di Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan.
Ia turut mensalatkan almarhum bersama keluarga, sahabat, serta civitas akademika sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat.
Dalam keterangannya, Sutarmidji menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum.
Ia mengenang Prof. Thamrin Usman sebagai pemimpin yang tegas dan penuh dedikasi saat menjabat sebagai Rektor Untan selama dua periode.
“Saya sebagai Ketua Ikatan Alumni Untan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Prof. Dr. Thamrin Usman. Beliau ketika menjadi Rektor Untan sangat banyak karyanya, seperti pengembangan Fakultas MIPA, kemudian Fakultas Kedokteran, dan banyak hal lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan almarhum, Universitas Tanjungpura mengalami berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi kelembagaan maupun pengembangan akademik. Sosok Prof. Thamrin juga dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan visioner.
Selain kiprahnya di dunia pendidikan, Sutarmidji juga mengungkapkan bahwa almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Mujahidin. Keduanya bahkan kerap berdiskusi mengenai berbagai gagasan untuk kemajuan Kalimantan Barat.
“Beliau juga pernah menjadi Ketua Yayasan Mujahidin. Kami sering berdiskusi untuk kemajuan Kalbar. Karya-karya ilmiah beliau sebagai guru besar juga sangat banyak,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejumlah pemikiran almarhum, termasuk di bidang energi seperti pengembangan bahan bakar berbasis nabati, dinilai relevan dengan perkembangan saat ini.
“Sebetulnya kalau kita lihat, gagasan beliau sudah mengarah ke pengembangan seperti diesel B30, B40, hingga B50. Itu pemikiran yang visioner dan bisa ditindaklanjuti untuk kebaikan Kalbar,” katanya.
Sutarmidji pun mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.
“Mudah-mudahan beliau husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan duka cita atas nama jajaran pengurus IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Atas nama IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.
Kepergian Prof. Thamrin Usman menjadi kehilangan besar bagi Kalimantan Barat. Jejak pengabdian, pemikiran, serta karya-karyanya diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun dunia pendidikan dan kemajuan daerah. (*)