SINGKAWANG,SP - Diduga sakit hati dengan ibu Riska yang merupakan pengasuh Rafa Fauzan (balita berusia 1 tahun 11 bulan), tersangka UA alias AB tega menghabisi nyawa Rafa.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu usai melakukan pemeriksaan kepada tersangka UA alias AB dari Sabtu (14/6) malam hingga Minggu (15/6) dini hari
"Berdasarkan keterangan tersangka, dia merasa sakit hati dengan ibu Riska yang merupakan pengasuh Rafa Fauzan. Sehingga dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan pihak keluarga maupun pengasuh korban," kata Deddi, Minggu (15/6).
Tersangka merasa sakit hati, katanya, karena ibu Riska ini pernah berkata yang sempat menyinggung perasaan atau hati UA alias AB.
"Maksud dia dengan hilangnya anak ini, maka orangtua korban akan menyalahkan pengasuhnya," ujarnya.
Deddi menjelaskan kronologis tersangka saat menghabisi nyawa balita yang tinggal di Jalan RA Kartini Gang Kapas, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah ini adalah sebagai berikut, yang mana pada Selasa (10/6) sekitar pukul 11.45 WIB, tersangka ada melihat korban keluar dari pintu samping rumah pengasuhnya.
Dan pada saat itulah, tersangka langsung mrmbekap mulut korban dan menggendong korban untuk dibawa ke dalam rumah tersangka.
"Kebetulan rumah tersangka pun tidak jauh dari rumah pengasuh korban," ungkapnya.
Setelah korban berada di dalam rumah, menurut keterangan tersangka jika korban masih hidup atau bernafas. Namun, oleh tersangka, korban kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik.
Setelah diikat oleh tersangka, kemudian korban dimasukkan ke dalam keranjang sepeda milik tersangka.
Selanjutnya, tersangka membawa korban ke komplek pemakaman Yasti Jalan RA Kartini, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah.
Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama, tersangka kembali ke komplek pemakaman Yasti tersebut untuk memastikan kondisi korban yang terbungkus di dalam karung plastik.
"Menurut pengakuan tersangka jika balita (korban) itu masih dalam kondisi hidup atau bernafas," jelasnya.
Selanjutnya, korban kembali dibawanya hingga sampailah ke Jalan MAN Model Singkawang. Yang mana di jalan tersebut, tersangka mengakui jika karung yang berisikan balita tersebut dilempakannya ke semak-semak atau rawa.
Setelah tersangka membuang balita tersebut ke semak-semak, selang beberapa hari setelah Satreskrim Polres Singkawang melakukan pengecekan olah TKP di lokasi kejadian hilangnya balita tersebut, pada Kamis (13/6) malam, tersangka mengambil kembali karung yang berisikan balita tersebut.
"Menurut pengakuan tersangka, bahwa balita tersebut sudah meninggal dunia bahkan sudah dalam kondisi membusuk," katanya.
Sehingga tersangka membawa kembali karung yang berisikan balita (korban) ke komplek pemakaman yang berada di samping Masjid Jami Khusnul Khotimah Jalan Veteran, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Jumat (13/6) dini hari.
"Sesampainya tersangka di Masjid Jalan Veteran ini, tersangka langsung mengeluarkan balita tersebut dan diletakkan di selasar atau di teras masjid tersebut," ujarnya.
## Kronologis Penangkapan
Satreskrim Polres Singkawang bersama Resmob Polda Kalbar berhasil membekuk tersangka UA alias AB tepatnya di Jalan Budi Utomo sekitaran Pasar Hongkong, Sabtu (14/6) sekitar pukul 21.30 WIB.
Tersangka UA alias AB diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Rafa Fauzan, balita berusia 1 tahun 11 bulan yang merupakan anak ketiga pasangan suami istri Rasiwan dan Hazni Fatziah, warga Jalan RA Kartini Gang Kapas, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah.
Rafa Fauzan sempat dikabarkan hilang pada Selasa (10/6) lalu sekitar pukul 11.30 WIB, yang mana pada saat itu Rafa Fauzan sedang berada di rumah ibu Riska yang ditugaskan sebagai pengasuh Rafa oleh orangtuanya.
"Pada saat penangkapan, tersangka UA alias AB sedang mengrendarai sepeda di sekitaran Pasar Hongkong," kata Deddi.
Menurut keterangan tersangka, alat yang digunakan untuk mengangkut jenazah Rafa Fauzan pun menggunakan sepeda yang digunakannya.
Saat dilakukan penangkapan, tidak ada perlawanan sama sekali dari tersangka. Bahkan tersangka pun langsung mengakui perbuatannya.
Ditemukannya sebilah arit dari tersangka, Deddi menyebutkan tidak ada hubungannya dengan pembunuhan ini.
"Tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah ini, karena menurut keterangan tersangka murni menggunakan dengan tangan kosong," ujarnya.
Menurutnya, polisi sempat kesulitan untuk mengungkap pelaku dari kejadian ini. Namun setelah dilakukan analisa CCTV yang didapat dari berbagai lokasi di titik-titik tertentu, sehingga pihaknya mencurigai seseorang yang berinisial UA alias AB.
"Dengan mengantongi inisial pelaku, kita langsung melakukan pencarian dan didapatilah pelaku di Jalan Budi Utomo sekitaran Pasar Hongkong," ungkapnya.
Dia juga sangat menyayangkan, pasalnya pasca kejadian banyak sekali netizen media sosial yang menyatakan jika pelaku sudah terungkap, bahkan tak segan-segan menyudutkan pengasuhnya sebagai pelaku dari kejadian ini
"Itu saya sampaikan jika tuduhan itu tidak benar. Karena dari hasil pemeriksaan kami, pengecekan serta barang bukti yang ditemukan bahwa pelakunya adalah tunggal yaitu UA alias AB," jelasnya. (rud)