SINGKAWANG,SP - Pemerintah Kota Singkawang melaksanakan koordinasi lanjutan di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI.
"Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan progres KPBU dan permohonan alokasi anggaran guna percepatan pembangunan Bandar Udara Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Selasa (28/4).
Target utama Pemkot Singkawang adalah memastikan keberlanjutan peningkatan fasilitas bandara, khususnya perluasan apron (tempat parkir pesawat).
"Saat ini, kapasitas apron hanya mampu menampung satu pesawat dinilai kurang efektif, karena pesawat berikutnya harus menunggu di udara (holding) sebelum bisa mendarat. Hal ini menjadi urgensi agar pelayanan transportasi udara bagi masyarakat semakin optimal dan efisien," ujarnya.
Dia memohon dukungan penuh dari Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara untuk mendorong percepatan pembangunan apron dan fasilitas lainnya di tahun 2026, baik melalui mekanisme KPBU yang sedang berlangsung maupun alternatif pembiayaan APBN apabila KPBU tidak berjalan semestinya.
"Terima kasih kepada bapak Cece Tarya, selaku Pelaksana Harian Direktur Bandar Udara beserta jajaran Dirjen Perhubungan Udara atas kesediaannya menerima aspirasi dari Pemerintah Kota Singkawang," ungkapnya.
Dengan adanya penambahan apron, lanjutnya, tentunya dapat meningkatkan kelancaran operasional penerbangan serta memperkuat konektivitas daerah.
Menurutnya, keterbatasan apron menjadi salah satu faktor penghambat optimalisasi layanan penerbangan, terlebih di tengah tren peningkatan jumlah penumpang pada rute Singkawang–Jakarta yang kini mencapai dua kali penerbangan per hari dan dapat meningkat hingga empat kali pada periode tertentu seperti hari besar. (rud)