Ponticity post authorelgiants 27 April 2026

Kisah Sang Scoteris Cilik, Coy Menabung dan Berjualan Matoa untuk Menyemarakkan Touring Merah Putih ke-8

Photo of Kisah Sang Scoteris Cilik, Coy Menabung dan Berjualan Matoa untuk Menyemarakkan Touring Merah Putih ke-8

PONTIANAK, SP - Anak-anak lain seusianya mungkin asyik bermain, tetapi Kinanti terus merengek dengan mamanya, ingin berjualan buah Matoa seperti yang dilihatnya di tempat lain.

Kebetulan dua pohon Matoa berbuah lebat disamping bengkel Vespa TOMOTO milik ayahnya.

“Beberapa hari yang lalu satu pohon sudah diborong oleh pengepul buah Matoa,“ jelas Nirwana, Ibunda Kinanti.

“Sudah tiga hari Kinanti merengek pada saya, untuk berjualan buah Matoa. Kemaren sore sya coba buatkan meja dan buah matoa dipajang dalam kantong plastis di depan rumah.

Kakaknya, Viola membantu membuatkan harga pakai kertas yang diprint, sedangkan Kakaknya yang lain, Kalista juga membantu memasukan buah Matoa dalam kantong sambil menimbangnya.

“Pokoknya mereka kerja gotong-royong lah, sama-sama berjualan Matoa,“ ungkap Bu Onel panggilan Nirmawa di kalangan para Scoteris .

Kinanti, saat ditanya media ini tampak gembira di depan lapak jualannya. Sambil asyik memainkan HP di tangan, matanya mengerling manja saat ditanya awak media.

“Adek Coy, berapa satu kantong buah Matoa ya,“ tanya awak media.

Baca donk om, tu ada tulisannya, Rp15.000,- per kantong,” ungkapnya sambil tersenyum manja.
“Om beli 4 kantong, berapa, “ tanya awak media lagi .

“Bentar ya om, “ jawab Kinanti sambil memainkan kalkulator di HPnya. Rp60 ribu om, teriaknya gembira.
“Om beri Rp100 ribu, berapa kembalinya,?

Jari Kinanti kembali mengetik di HPnya:” Rp40 ribu om,” ungkapnya.

“Iya, kamu pintar, kembalinya untukmu aja ya, karena om dengar Adek Kinanti lagi ngumpulin uang buat ikut Touring Merah Putih (TMP)ke-8 ya …”, ungkap awak media tersenyum.

“iya om, koq om tau, “ tanya Kinanti .

“Tau donk, Adek Kinanti kan bestie ya Bruder Plontos, teman om juga,“ jawabnya kepada awak media.

Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Penasehat Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak West Borneo (FRKP WB) Vespa Lovers ketika dihubungi awak media via telpon mengungkapkan kegembiraannya atas giat Kinanti disela kesehariannya setelah pulang sekolah.

“Anak ini perlu didukung dan dimotivasi agar tetap mengutamakan Sekolahnya. Coy, panggilannya di Club sangat familier dikalangan teman-teman Vespa. Saat touring ke Jogja, Coy sempat merengek pada mamanya untuk dibelikan gelang khas Jogja,” kata Bruder Steph.

“Ternyata selain untuk oleh-oleh buat temannya, juga naluri bisnisnya muncul. Sebagian untuk dijual buat uang jajan, katanya.

Selain itu, dalam hal studi nilainya juga bagus, selalu masuk ranking 3 besar di kelasnya.

Penghobi Es Krim dan Indomie+telur ini juga punya fisik yang mumpuni. Ia ikut touring Pontianak-Temajok dengan senyum dilakukannya.

Semoga jualan Matoa anaknda Kinanti laris manis, hingga keinginannya untuk ikut TMP Ke-8 bulan Agustus nanti dapat tercapai. Ayo kita support,“ ungkap Si Plontos menutup pembicaraannya. Dia lah Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Om Bruder Plontos yang dimaksud Coy tadi. Seorang Biarawan Ketua FRKP, dengan cirti khas murah senyum dan penampilan plontos bertato. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda