Bengkayang,SP – Kepolisian Resor Bengkayang menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang berkontribusi langsung terhadap penguatan pasokan pangan nasional dengan pelepasan distribusi 100 ton jagung ke Gudang Bulog Cabang Singkawang, Kamis (8/1).
Kegiatan panen yang dipusatkan di lahan perkebunan Kampus Shanti Buana, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, itu dilaksanakan secara virtual dan terhubung langsung dengan Kapolri sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan panen raya tersebut merupakan wujud keterlibatan aktif Polri dalam mendukung swasembada pangan, tidak hanya melalui pengamanan, tetapi juga pendampingan produksi hingga distribusi hasil pertanian.
“Yang kami dorong bukan sekadar panen simbolis, tetapi bagaimana hasil petani benar-benar terserap dan memberi dampak ekonomi. Karena itu, jagung hasil panen langsung disalurkan ke Bulog untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga,” kata Syahirul Awab.
Ia menjelaskan, pada Kuartal IV Tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Bengkayang mencapai 257,92 hektare. Dari luasan tersebut, 184,57 hektare telah dipanen dengan total produksi lebih dari 406 ton, sementara sisanya masih dalam proses panen.
Selain itu, panen serentak yang digelar pada kegiatan tersebut mencakup lahan seluas 73,35 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 564,79 ton yang melibatkan sekitar 1.500 petani dari berbagai kecamatan di Bengkayang.
Menurut Kapolres, produksi jagung tersebut tersebar di empat rayon wilayah. Rayon I memiliki estimasi panen 155,92 ton, Rayon II sebesar 77,38 ton, Rayon III mencapai 248,32 ton, dan Rayon IV sekitar 83,16 ton.
“Pembagian rayon ini memudahkan pendampingan, pengawasan, serta distribusi hasil panen. Polsek jajaran ikut terlibat langsung mendampingi petani di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Bengkayang juga menerima piagam dan pengalungan medali Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian memanen dan memipil jagung serentak dengan peserta terbanyak, yakni 1.500 petani dan 250 personel Polri.
AKBP Syahirul Awab menegaskan bahwa rekor tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, serta menjadi motivasi untuk terus menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Rekor ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat bahwa ketahanan pangan harus terus dijaga secara konsisten, terutama melalui pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan petani,” katanya.
Usai panen raya, jajaran Polres Bengkayang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melepas pengiriman 100 ton jagung ke Gudang Bulog Cabang Singkawang menggunakan 11 unit truk sebagai bagian dari penguatan stok pangan regional.
Kegiatan panen raya jagung tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, lembaga perbankan, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta instansi terkait lainnya, dan berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif hingga selesai.