Bengkayang,SP- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang mencatat banjir melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut akibat intensitas hujan tinggi, Jumat (9/1/2026).
Banjir menyebabkan terganggunya aktivitas warga, akses transportasi terputus, hingga kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Bertha, mengatakan banjir terjadi di beberapa titik dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari genangan di permukiman hingga putusnya akses jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.
“BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa untuk penanganan awal di lokasi terdampak,” ujar Dwi Bertha.
Di Kecamatan Teriak, banjir dilaporkan melanda Desa Bana. Ketinggian air terus meningkat sehingga warga tidak dapat beraktivitas secara normal. Selain merendam rumah dan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan jembatan satu-satunya penghubung Desa Bana dan Desa Teriak putus total. Akibatnya, akses warga terisolasi dan sekolah terendam banjir.
Sementara itu, di Kecamatan Sungai Betung, banjir terjadi di Desa Suka Maju. Air menggenangi jalan utama, permukiman warga, serta kantor desa. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan Kabupaten Bengkayang–Kota Singkawang terhambat, sehingga mobilitas warga dan arus transportasi terganggu.
Banjir juga melanda Kecamatan Suti Semarang, tepatnya di Desa Kendaik. Sejumlah rumah warga dan bangunan sekolah terendam air. Dampaknya, aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Di Kecamatan Seluas, banjir merendam Desa Bengkawan dengan total sekitar 30 rumah terdampak. Namun demikian, BPBD melaporkan bahwa air mulai berangsur surut dan situasi berangsur membaik.
Adapun di Kecamatan Sanggau Ledo, banjir menggenangi jalan raya Ledo, menyebabkan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas terhenti sementara.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Tujuh Belas, tepatnya di Desa Pisak, Dusun Segonde. Genangan air merendam jalan dan permukiman warga, sehingga aktivitas masyarakat tidak dapat berjalan normal.
Dwi Bertha mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga. Apabila kondisi sudah tidak aman, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, mengamankan harta benda serta surat-surat penting, dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” katanya.
BPBD Bengkayang memastikan akan terus melakukan pemantauan, pendataan dampak, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan warga dan penanganan darurat di wilayah terdampak banjir.