BENGKAYANG, SP – Ekspor komoditas perikanan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mencapai 676,96 ton dengan nilai Rp16,09 miliar hingga Agustus 2026.
Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan, komoditas tersebut diekspor ke Malaysia oleh pelaku usaha umum dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami berupaya memberikan pelayanan dan fasilitasi optimal kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, sehingga potensi produk perikanan dari wilayah perbatasan dapat memiliki akses pasar lebih luas,” ujarnya di Bengkayang, Senin (28/9).
Ia mengatakan, fasilitasi ekspor tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam mendorong kelancaran perdagangan internasional di kawasan perbatasan.
Komoditas perikanan yang diekspor cukup beragam, di antaranya udang, kepiting, kerang, bawal, kakap, cumi-cumi, tenggiri, kerapu, rajungan, sotong, ikan asin, serta berbagai jenis ikan dan hasil perikanan lainnya.
Menurut Arman, keberagaman komoditas tersebut menunjukkan adanya potensi produk perikanan dari wilayah perbatasan yang dapat dipasarkan ke luar negeri.
Dalam prosesnya, Bea Cukai Jagoi Babang juga bersinergi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang untuk mendukung kelancaran lalu lintas komoditas perikanan yang akan diekspor.
“Sinergi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang juga penting untuk memastikan ekspor berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ekspor tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat melalui perluasan akses pasar serta peningkatan nilai jual hasil perikanan.
Selain memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan pasar, aktivitas ekspor juga berkontribusi terhadap pemanfaatan sumber daya lokal dan menggerakkan perekonomian di kawasan perbatasan.
Bea Cukai Jagoi Babang, kata Arman, akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha agar potensi komoditas lokal, termasuk hasil perikanan, dapat semakin berkembang di pasar internasional. (nar)