Keliling Indonesia pakai campervan bisa jadi impian sebagian orang. Kebebasan buat tidur di mana saja memberikan pengalaman yang berharga, beda rasanya dengan tidur di hotel saja.
John, pemilik akun Youtube Jajago Keliling Indonesia, membagikan berbagai pengalamannya saat keliling Indonesia pakai campervan.
Mobil yang digunakan saat itu dan pertama kali adalah Daihatsu Gran Max yang dia sebut Bambang, diubah jadi campervan. Tentu paling enak adalah saat pakai campervan bisa tidur di mana saja. Misal di Pantai Kuta, saat setelah sunset tak perlu repot kembali ke hotel, tapi tinggal tidur saja di mobil, di tempat parkir yang aman dan besoknya sudah bangun di tepi pantai.
Namun, ada juga pengalaman kurang menyenangkan dan yang paling sering terjadi adalah dipalak. Biasanya ketika John masuk ke kampung yang baru, ada saja orang yang mengadangnya buat meminta uang.
"Paling dipalak, menurut saya wajar, bukan jadi hal yang aneh. Saya kira ini uang yang harus saya bayar," kata John dikutip suara pemred dari kompas.com.
Biasanya di perkampungan, ada saja orang yang memalang jalan pakai kayu, sengaja biar orang bayar dulu baru bisa melintas. Cuma, kata dia, itulah uniknya Indonesia, malah pemalakan tadi jadi konten yang menarik buat diunggah.
"Kalau lagi sial, seperti ke kampung orang terus ada orang mabuk, adang jalan pakai motor, dia bawa parang dan suruh kami turun. Untung saja ada orang kampung yang bantu," kata John.
John bilang, setiap ke kampung, dia selalu menyapa dengan membuka jendela mobilnya. Jadi orang mengenal siapa yang lagi mengunjungi tempat tinggalnya, bahkan sering dibantu.
"Kalau mistis, pernah satu kali pas kami parkir di bawah pohon besar, mimpi kuntilanak. Besok paginya pindah, sangat nyata, untungnya mimpi," kata John.
Itu dia pengalaman John beserta istrinya, Riana, saat berkeliling Indonesia. Ketika mereka ke Sulawesi Selatan, ia kembali berkeliling cuma pakai mobil yang berbeda, Wuling Formo Max yang diberi nama Basuki.
Pasangan suami-istri yang tinggal di Sungai Raya Dalam, Kota Pontianak ini sebelumnya berkerja di sebuah perusahaan asuransi. Keduanya, memutuskan sepakat untuk melakukan petualangan keliling Nusantara.
Untuk mengawali perjalanannya. John dan Riana sepakat menyewakan rumah pribadinya. Hasilnya, dijadikan sebagai modal untuk melakukan petualangan.
Pasangan yang hobi memancing ini pun kini menyempatkan untuk pulang ke Pontianak, semata rindu akan kampung halaman dan orang tua.
"Saya bersama istri sudah sepakat, untuk bertualang keliling Indonesia dan dunia bersama- sama. Kami orang Sungai Raya Dalam. Kini liburan ke Pontianak. Dan kebetulan lagi musim demo dimana-mana. Untuk itu, kami putuskan pulang kampung halaman. Di samping itu juga rindu melihat orang tua dan nikmati suasana Pontianak," ungkap John.
Dalam kesempatan ini, John berpesan kepada anak muda di Kalimantan Barat, untuk berani berpetualang menjelajah dunia baru dan mengambil keputusan.
"Seperti kami berdua sepakat mumpung masih muda dan belum punya anak,untuk melakukan petualangan yang mungkin tidak semua orang berani melakukannya. Dalam petualangan ini, banyak hal yang didapat, termasuk melihat dunia luar dan karakter orang Indonesia dari berbagai daerah," kata dia.
Kini pasangan suami-istri, Jhon dan Riana, yang memiliki akun Youtube dengan nama Jajago keliling Indonesia, mengandalkan Toyota All New Hilux Rangga untuk mengantarkan mereka berkeliling wilayah Nusantara.
Jhon dan Riana mengatakan mereka langsung tertarik untuk memboyong Hilux Rangga dan menjadikan kendaraan operasional, setelah melihat unit kendaraan itu di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, sekira empat bulan silam.
Setelah melihat langsung unit kendaraannya dan merasa cocok untuk digunakan dalam misi petualangan mereka, pasangan suami-istri asal Pontianak ini kemudian membeli Hilux Rangga versi 2.4 diesel automatic, dan kemudian melakukan modifikasi agar mobil itu dapat dijadikan rumah berjalan yang nyaman.
“Di luar pembelian mobil, biaya yang kami habiskan untuk membangun mobil campervan ini mencapai Rp 385 juta. Biaya itu menjadi besar karena bahan-bahan yang digunakan untuk membangun bagian belakang ini menggunakan bahan yang ringan tetapi kuat,” kata Jhon.
Ditambah harga unit Hilux Rangga yang mencapai sekira Rp 304 juta, maka biaya total yang dikeluarkan pasangan ini untuk memiliki campervan tersebut mencapai setengah milyar lebih. Meski demikian, dengan kebutuhan dan gaya hidup nomaden mereka, Jhon mengatakan bahwa untuk masa pakai kendaraan lebih dari dua tahun, justru mereka dapat berhemat banyak.
“Sebab di mobil ini kami bisa tidur, memasak, buang air, tidak perlu menyewa kamar hotel. Sehingga justru jika dipakai lama, pembelian dan biaya membangun mobil ini justru lebih kecil ketimbang berpetualang tanpa menggunakan mobil,” papar Jhon Stephen.
Riana sendiri sebagai seorang perempuan, juga menyukai gaya hidup berpetualang dengan menggunakan mobil campervan. Ia mengaku termasuk perempuan yang tidak direpotkan dengan berbagai masalah perawatan diri, dan mampu menyesuaikan dengan berbagai situasi dan tantangan yang ada selama perjalanan.
“Paling yang perlu dibantu orang adalah potong rambut. Biasanya kalau perlu potong rambut, baru ke salon. Sisanya mah simpel saja. Saya bisa mandi di mana saja, bahkan pernah juga mandi dengan air merah di Kalimantan,” tutur Riana.
Berkelana ke berbagai tempat di Indonesia, membuat Jhon dan Riana harus bertemu berbagai kepercayaan dan adat-istiadat yang sangat beragam.
Jhon lantas menegaskan bahwa mereka sangat menghormati kepercayaan dan adat yang dipegang masyarakat di suatu tempat, dan berusaha mengikutinya meski terkadang tidak masuk akal.
“Ada daerah yang tidak boleh mengenakan pakaian merah, ada daerah yang tidak boleh menyuguhkan pisang raja. Macam-macam, tetapi saya dan dia (Riana) tetap menghormatinya,” pungkas Jhon yang telah menjual rumahnya di Pontianak sebagai langkah “membakar kapal” itu. (pas/ant)