Opini post authorKiwi 02 Mei 2026

Jalan Terjal Menuju Kadin Kalbar Bersatu

Photo of Jalan Terjal Menuju Kadin Kalbar Bersatu

Oleh: Mei Purwowidodo

MENYATUKAN sebuah organisasi besar seperti KADIN Kalimantan Barat bukanlah pekerjaan sederhana. Ia bukan sekadar forum formal, melainkan ruang bertemunya beragam kepentingan, latar belakang, dan cara pandang. Di situlah tantangannya, dan sekaligus peluangnya.

Setiap manusia dianugerahi akal untuk berpikir dan berkembang. Namun, anugerah itu pula yang membuat perbedaan menjadi keniscayaan.

Cara melihat masalah, menafsirkan aturan, hingga menentukan arah langkah, seringkali berangkat dari kepentingan dan pengalaman masing-masing. Bahkan aturan yang sama, AD/ART maupun Undang-Undang KADIN—dapat dimaknai berbeda ketika dibaca dari sudut kepentingan yang berlainan.

Ditambah lagi, karakteristik daerah memberi warna tersendiri. Kalimantan Barat dengan segala dinamika sosial, budaya, dan ekonominya tentu memiliki kekhasan yang tidak selalu bisa diseragamkan dengan daerah lain. Maka wajar jika proses menuju kesatuan terasa berliku.

Namun, di tengah keragaman itu, ada satu hal yang tidak boleh hilang: kesadaran kolektif bahwa KADIN adalah rumah bersama.

Rumah yang hanya akan kokoh jika dibangun dengan niat baik, komunikasi terbuka, dan kemauan untuk saling memahami.

Kuncinya sederhana, meski tidak mudah dijalankan: duduk bersama. Satu meja, satu ruang dialog, dengan semangat mencari titik temu, bukan memperlebar jurang perbedaan.

Ego sektoral harus perlahan ditanggalkan, diganti dengan semangat sinergi. Karena pada akhirnya, tidak ada kepentingan individu yang lebih besar dari kepentingan bersama.

Perlu diakui, jalan menuju persatuan itu terjal. Bahkan mungkin penuh tikungan dan tanjakan yang melelahkan. Tetapi setiap langkah kecil yang diambil dengan kesabaran dan ketulusan akan mendekatkan pada tujuan besar itu.

Persatuan bukan sesuatu yang instan. Ia adalah proses. Ia butuh waktu, kedewasaan, dan keikhlasan untuk mendengar serta menghargai perbedaan.

Yakinlah, seterjal apa pun jalan yang dilalui, jika ditempuh bersama, setapak demi setapak, puncak itu bukan sekadar harapan. Ia adalah keniscayaan.

KADIN Kalbar akan bersatu kembali. Cepat atau lambat. Tinggal bagaimana semua pihak memilih: mempercepat dengan kebesaran hati, atau memperlambat dengan ego yang dipertahankan. Pilihan itu ada di tangan kita bersama. Kalbar pasti bisa....!! (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda