PUTUSSIBAU,SP – Upaya peningkatan kompetensi siswa di bidang perikanan terus diperkuat. Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan PDD Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) Kapuas Hulu kembali melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di SMKN 2 Putussibau dengan fokus pelatihan teknik kanulasi sebagai metode ilmiah dalam pembenihan ikan.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Juli 2026 ini mengusung tema “Penerapan Teknik Kanulasi dalam Pembenihan Ikan Sebelum Proses Induced Breeding”, yang dinilai sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis di dunia akuakultur modern.
Kepala SMKN 2 Putussibau, Chr. Marceny, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa kemitraan dengan POLNEP membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami sangat gembira, bangga, sekaligus sangat bersyukur karena kemitraan yang produktif ini terus konsisten berjalan. Kegiatan PPM dari POLNEP ini telah menjadi agenda tahunan yang sangat kami tunggu-tunggu,” ujarnya.
“Kehadiran para akademisi dan praktisi setiap tahunnya laksana angin segar yang membawa pembaruan ilmu, teknologi terapan, serta peningkatan standar kompetensi nyata bagi anak-anak didik kami,” tambahnya.
Koordinator Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan PDD POLNEP Kapuas Hulu, Eki Juanda, S.Pi., M.P., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam berbagi ilmu kepada masyarakat.
“Kegiatan PPM ini bukan sekadar kewajiban formalitas akademis, melainkan agenda tahunan yang konsisten dengan komitmen penuh dari program studi kami untuk membagikan ilmu praktis serta teknologi terapan demi kemajuan bersama,” jelasnya.
“Fokus kami kali ini adalah membekali siswa-siswi dengan kompetensi yang sangat krusial dalam dunia akuakultur,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Kegiatan PPM, Akhmad Rasyid Redha, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini difokuskan di laboratorium sekolah agar siswa mendapatkan pengalaman langsung.
“Di tahun 2026 ini, kami sangat berbahagia dapat memusatkan kegiatan di Laboratorium Perikanan SMK Negeri 2 Putussibau. Secara khusus, kegiatan ini diperuntukkan bagi siswa-siswi untuk menambah wawasan, memperluas cakrawala berpikir, serta meningkatkan keterampilan praktis dalam kegiatan pembenihan ikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa teknik kanulasi menjadi solusi dalam menjawab tantangan pembenihan ikan modern.
“Kami ingin mentransfer teknologi terapan yang esensial. Tantangan terbesar dalam induced breeding adalah menentukan ketepatan tingkat kematangan sel telur atau sperma induk sebelum disuntik hormon. Melalui praktik teknik kanulasi, siswa akan diajarkan bagaimana mendeteksi hal tersebut secara ilmiah dan presisi,” terangnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja.
“Dengan bekal wawasan ini, kami berharap para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena telah memegang standar keterampilan yang sama dengan praktisi di industri perikanan modern,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan tim pelaksana kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah beserta seluruh jajaran SMK Negeri 2 Putussibau yang telah menyambut kami dengan sangat hangat dan memfasilitasi sarana laboratorium ini. Terima kasih juga kepada seluruh anggota tim PPM POLNEP yang telah mempersiapkan materi dan peralatan dengan maksimal,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Program Studi Agribisnis Perikanan SMKN 2 Putussibau, Kristoforus Lendur, S.Pi., menilai kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Peserta didik tidak hanya dituntut mampu memberi pakan dan memanen ikan, tetapi juga harus menguasai teknologi pembenihan dan reproduksi secara presisi,” tegasnya.
“Teknik kanulasi adalah standar emas ilmiah untuk mengetahui kematangan gonad, sehingga keberhasilan induced breeding sangat ditentukan oleh ketepatan metode ini,” tambahnya.
Kegiatan PPM ini dilaksanakan selama dua hari, dengan agenda hari pertama berupa penyampaian materi dan serah terima bantuan, serta hari kedua diisi dengan praktik langsung penerapan teknik kanulasi dan pembenihan ikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara POLNEP dan SMKN 2 Putussibau terus terjalin dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di sektor perikanan berbasis teknologi. (sap)