Kubu Raya post author elgiants 03 September 2026

Peduli Dampak Asap Karhutla, Prajurit Yon Parako 466 Pasgat Bagikan Masker kepada Warga

Photo of Peduli Dampak Asap Karhutla, Prajurit Yon Parako 466 Pasgat Bagikan Masker kepada Warga

KUBU RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai mengganggu aktivitas warga, prajurit Batalyon Parako 466 Pasgat memilih hadir lebih dekat, membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di depan Markas Batalyon Parako 466 Pasgat, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026).

Satu per satu warga yang melintas dihentikan sejenak. Prajurit menyerahkan masker sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.

Bagi prajurit Yon Parako 466 Pasgat, masker yang dibagikan mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah kondisi asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat harus beraktivitas di luar rumah.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari komitmen prajurit Korpasgat untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya ketika menjalankan tugas penanggulangan Karhutla, tetapi juga membantu mengurangi dampak yang dirasakan langsung oleh warga.

Selama penanganan Karhutla, prajurit Yon Parako 466 Pasgat juga telah terlibat langsung dalam upaya pemadaman dan pendinginan sejumlah titik kebakaran di wilayah Kubu Raya. Kehadiran mereka di lapangan menjadi bagian dari upaya bersama TNI dan unsur terkait untuk mengendalikan kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan.

Komandan Batalyon Parako 466 Pasgat Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, S.A.P., menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari pengabdian prajurit.

Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Kami ingin kehadiran prajurit Yon Parako 466 Pasgat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi asap akibat Karhutla. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami agar masyarakat tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam beraktivitas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, khususnya dengan memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat.

Penggunaan masker, kata dia, merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengurangi paparan partikel dari asap ketika berada di luar ruangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan yang paling penting ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak,” katanya.

Di balik pembagian masker tersebut, terselip pesan bahwa perjuangan menghadapi Karhutla bukan semata-mata tentang memadamkan api. Ada masyarakat yang harus tetap bekerja, anak-anak yang harus beraktivitas, serta keluarga yang harus menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat asap.

Karena itu, kepedulian prajurit Yon Parako 466 Pasgat menjadi bagian dari upaya menjaga masyarakat tetap terlindungi di tengah situasi Karhutla.

Langkah sederhana itu sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya ketika keadaan darurat membutuhkan tenaga untuk memadamkan api, tetapi juga ketika warga membutuhkan perhatian, perlindungan dan dukungan.

Melalui kegiatan tersebut, Yon Parako 466 Pasgat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.

Bagi prajurit Yon Parako 466 Pasgat, menjaga masyarakat bukan hanya tentang hadir ketika api berkobar, tetapi juga memastikan warga tetap terlindungi dari dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda