Ponticity post author elgiants 02 September 2026

Pontianak Jadi Magnet Bulutangkis Internasional, 16 Negara Berebut Gelar Indonesia Masters

Photo of Pontianak Jadi Magnet Bulutangkis Internasional, 16 Negara Berebut Gelar Indonesia Masters BULUTANGKIS - Pontianak kembali menjadi panggung bulutangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

PONTIANAK, SP - Gaung bulutangkis internasional di Kota Pontianak belum juga reda. Setelah sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026, Kota Khatulistiwa langsung kembali menjadi panggung pertarungan bulutangkis dengan level lebih tinggi.

Mulai 1 hingga 6 September 2026, GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak menjadi arena Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, turnamen yang masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.

Kehadiran Indonesia Masters 2026 menegaskan bahwa Pontianak tidak hanya mampu menjadi tuan rumah event bulutangkis internasional, tetapi juga mulai mendapat kepercayaan menggelar kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Dalam waktu berdekatan, masyarakat Pontianak disuguhi dua turnamen internasional. Setelah International Challenge, kini para pencinta bulutangkis kembali dapat menyaksikan persaingan pemain dari berbagai negara dalam ajang BWF World Tour Super 100.

Skala turnamen kali ini juga lebih besar.Sebanyak 356 atlet dari 16 negara dijadwalkan tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani. Mereka berasal dari Indonesia, Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam dan Kanada.

Indonesia sebagai tuan rumah menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Disusul Chinese Taipei sebanyak 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet dan Thailand 22 atlet.

Kehadiran ratusan atlet dari berbagai negara tersebut membuat Pontianak selama hampir sepekan menjadi titik perhatian pencinta bulutangkis internasional. 

Pertarungan pun dipastikan lebih sengit. Selain memperebutkan gelar juara, para pemain juga memburu poin ranking BWF serta hadiah total mencapai US$120.000.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika mengatakan, meningkatnya level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni kemarin.

Menurutnya, antusiasme masyarakat pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi modal penting untuk kembali menghadirkan atmosfer pertandingan yang meriah.

Ia berharap GOR Terpadu Ahmad Yani kembali dipenuhi Badminton Lovers.

“Kami berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah di Indonesia Masters. Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, kami ingin semakin banyak Badminton Lovers yang datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan ikut merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional,” katanya.

Bagi Pontianak, penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 bukan hanya tentang pertandingan olahraga.

Event ini menjadi momentum untuk memperlihatkan kapasitas Kota Khatulistiwa sebagai tuan rumah kompetisi internasional.

GOR Terpadu Ahmad Yani kembali menjadi pusat aktivitas para atlet, pelatih, ofisial dan pencinta bulutangkis dari berbagai daerah maupun negara. Sejumlah nama besar dari Indonesia juga akan tampil di hadapan publik Pontianak.

Di tunggal putra terdapat Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah dan Christian Adinata.

Sementara tunggal putri diperkuat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.

Di sektor ganda putra terdapat Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.

Ganda putri menghadirkan Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia serta Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Sedangkan ganda campuran diisi Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Persaingan semakin menarik karena sejumlah pemain kuat dari negara lain juga hadir. Prannoy H.S. dari India dan Wang Po Wei dari Chinese Taipei menjadi nama yang patut diperhitungkan di tunggal putra.

Di tunggal putri, India membawa Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj dan Anmol Kharb. Sementara sektor ganda juga dihuni sejumlah pasangan kuat dari Hong Kong, Chinese Taipei dan Thailand.

Ketua Pengprov PBSI Kalbar, Joko Sularso menyambut positif kepercayaan terhadap Pontianak untuk menggelar dua event internasional secara berurutan.

“Ini momentum yang sangat baik untuk bulutangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” papar Joko.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan Pontianak memiliki potensi dan kapasitas sebagai salah satu kota penyelenggara event bulutangkis internasional. Dampaknya juga diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan.

Kehadiran pemain nasional dan internasional di Pontianak dapat menjadi kesempatan bagi atlet-atlet muda Kalbar untuk melihat secara langsung kualitas permainan di level internasional.

Mereka dapat menyaksikan bagaimana atlet dunia bermain, membangun strategi, menjaga mental serta menghadapi tekanan pertandingan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet muda Kalbar untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Menariknya, meski level turnamen meningkat menjadi BWF World Tour Super 100, harga tiket tidak ikut naik. Penonton cukup membayar Rp20 ribu untuk menyaksikan langsung pertandingan Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10 ribu. Tiket dapat diperoleh secara online melalui tiket.com maupun langsung di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Bagi masyarakat yang tidak dapat datang ke arena, pertandingan semifinal pada Sabtu (5/9/2026) dan final Minggu (6/9/2026) juga dijadwalkan disiarkan langsung iNews TV mulai pukul 13.00 WIB.

Dengan 356 atlet dari 16 negara, hadiah US$120 ribu dan status BWF World Tour Super 100, Pontianak kembali mendapat panggung besar dalam kalender bulutangkis internasional.

Setelah International Challenge, kini levelnya meningkat. Pontianak bukan lagi sekadar kota tempat pertandingan berlangsung. Kota Khatulistiwa tengah menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu panggung bulutangkis internasional di Indonesia. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda