Kubu Raya – Bunga telang yang selama ini dikenal sebagai tanaman hias ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Potensi tersebut menjadi salah satu materi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang dilaksanakan oleh Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Pontianak, Wahdaniah, Linda Triana dan tim mahasiswa, di Desa Teluk Kapuas, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan Pengabmas ini menyasar masyarakat, khususnya ibu-ibu yang tinggal di Perumahan Cempaka Mas dan wilayah sekitarnya sebagai penerima manfaat. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kesehatan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai bunga telang dan potensinya sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mendukung daya tahan tubuh atau imunitas. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk antosianin yang memberikan warna biru khas pada bunga tersebut.
“Bunga telang cukup mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk olahan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa bahan alam di sekitar kita dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat,” ujar Wahdaniah, selaku dosen TLM Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Edukasi diberikan dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Peserta diperkenalkan dengan manfaat bunga telang, cara pemanfaatannya sebagai minuman, serta pentingnya tetap menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang interaksi antara dosen dan masyarakat. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pemanfaatan bunga telang dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut tim Pengabmas, pemanfaatan bunga telang tidak hanya menarik dari sisi kesehatan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan potensi pengembangan produk pangan sederhana berbasis bahan lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan alam menjadi produk yang bernilai guna.
Kegiatan Pengabmas di Desa Teluk Kapuas tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan terlihat antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai cara pemanfaatan bunga telang.
Melalui kegiatan ini, Dosen TLM Poltekkes Kemenkes Pontianak berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan serta mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara tepat.
Bunga telang, dari tanaman sederhana di sekitar rumah, menjadi bagian dari edukasi kesehatan dan upaya mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat demi keluarga yang lebih sehat dan produktif.