Ponticity post author Kiwi 05 September 2026

Magister PSDAL UPB Pontianak Dorong Pengelolaan SDA Berkelanjutan dan Solusi Persoalan Lingkungan di Kalbar

Photo of Magister PSDAL UPB Pontianak Dorong Pengelolaan SDA Berkelanjutan dan Solusi Persoalan Lingkungan di Kalbar

PONTIANAK, SP - Persoalan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Kalimantan Barat yang semakin kompleks membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan lingkungan secara menyeluruh dan merumuskan solusi yang berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S-2 Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak hadir sebagai salah satu program pendidikan pascasarjana yang memberikan perhatian terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Program studi yang berada di bawah naungan Sekolah Pascasarjana Universitas Panca Bhakti Pontianak ini dirancang dengan pendekatan interdisipliner, sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek lingkungan dari satu sudut pandang, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan aspek sosial, ekonomi, hukum, kebijakan dan pembangunan.

Ketua Program Studi S-2 Magister PSDAL UPB Pontianak, Dr. H. Rahmad Satria, SH., MH., mengatakan keberadaan program studi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam, khususnya di daerah.

“Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Persoalannya sangat kompleks dan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan yang komprehensif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Rahmad .

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari kawasan hutan, lahan gambut, sungai, pesisir, hingga berbagai potensi sumber daya alam lainnya. Kekayaan tersebut merupakan aset penting yang harus dikelola secara bijaksana agar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Karena itu, pendidikan pada Program Studi Magister PSDAL tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan pemecahan masalah terhadap berbagai persoalan nyata di lapangan.

“Mahasiswa kita diharapkan tidak hanya memahami konsep pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, tetapi juga mampu melihat persoalan secara kritis, melakukan kajian, kemudian menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan,” jelasnya.

Pendekatan Interdisipliner

Rahmad menjelaskan, salah satu karakter penting yang dikembangkan dalam Program Studi Magister PSDAL adalah pendekatan interdisipliner. Pendekatan ini diperlukan karena persoalan lingkungan pada dasarnya tidak berdiri sendiri.

Permasalahan seperti kerusakan hutan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran air, degradasi lahan, perubahan tata guna lahan, hingga persoalan pengelolaan wilayah pesisir memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Lingkungan itu bukan hanya persoalan ekologis. Ada aspek ekonomi, sosial, hukum, kebijakan dan tata kelola yang harus dilihat secara bersamaan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang luas dalam memahami persoalan tersebut,” katanya.

Menurut Rahmad , kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah tuntutan pembangunan yang harus mampu berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan.
Pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga harus memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

“Pembangunan dan lingkungan tidak seharusnya dipertentangkan. Yang kita dorong adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kualitas lingkungan,” tegasnya.

Relevan dengan Persoalan Kalimantan Barat
Keberadaan Program Studi Magister PSDAL UPB Pontianak dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas dan kekayaan sumber daya alam yang beragam.

Persoalan lingkungan yang muncul di berbagai daerah membutuhkan tenaga profesional, akademisi, peneliti maupun pengambil kebijakan yang memiliki kapasitas dalam melakukan kajian dan menyusun strategi pengelolaan sumber daya alam.

Dalam konteks tersebut, pendidikan magister menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan penelitian dan analisis terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Rahmad mengatakan mahasiswa juga didorong untuk melihat persoalan lingkungan yang ada di sekitar mereka sebagai objek kajian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti menjadi dokumen akademik. Sebisa mungkin penelitian tersebut dapat memberikan manfaat, baik dalam bentuk rekomendasi kebijakan, solusi pengelolaan maupun masukan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UPB untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mempersiapkan SDM Berkualitas
Program Studi S-2 Magister PSDAL UPB Pontianak juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memperdalam kompetensi di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Lulusan program studi tersebut diharapkan dapat berkiprah dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya alam, baik di pemerintahan, sektor swasta, lembaga penelitian, lembaga masyarakat maupun bidang profesional lainnya.

Rahmad mengatakan kebutuhan terhadap tenaga ahli lingkungan akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan dan kualitas lingkungan.

“Ke depan, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami pengelolaan lingkungan secara komprehensif akan semakin besar. Karena itu, pendidikan magister di bidang ini menjadi penting untuk mempersiapkan SDM yang memiliki kompetensi sekaligus kepekaan terhadap persoalan lingkungan,” katanya.

Ia menegaskan, lulusan tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Yang kita bangun bukan hanya kompetensi keilmuan, tetapi juga kesadaran bahwa sumber daya alam yang kita miliki merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Menjadi Ruang Pengembangan Gagasan
Lebih jauh, Rahmad berharap Program Studi Magister PSDAL UPB dapat menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan perspektif dalam membahas masa depan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Kalimantan Barat.

Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Tidak ada satu pihak yang bisa menyelesaikan persoalan lingkungan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi. Perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sementara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam implementasinya,” pungkas Rahmad .

Dengan fokus pada pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan serta pendekatan interdisipliner, Program Studi S-2 Magister PSDAL UPB Pontianak diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik, kemampuan analisis dan kepedulian terhadap lingkungan.

Keberadaan program studi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat agar mampu menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang semakin kompleks, sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda