Ponticity post author elgiants 05 September 2026

Empat Wakil Merah Putih ke Semifinal Indonesia Masters Pontianak, Panitia Siapkan Kursi Tambahan di Final

Photo of Empat Wakil Merah Putih ke Semifinal Indonesia Masters Pontianak, Panitia Siapkan Kursi Tambahan di Final MELAJU - Empat wakil Indonesia melaju ke semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Tiket daring ludes, panitia siapkan tambahan kursi untuk final.

PONTIANAK, SP – Empat wakil Indonesia memastikan tempat di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah melewati persaingan ketat di babak perempat final, Jumat (4/9/2026).

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, keempat wakil Merah Putih tersebut berhasil menjaga asa Indonesia untuk tampil di partai puncak turnamen BWF World Tour Super 100.

Mereka adalah ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, tunggal putra Dendi Triansyah, ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, serta ganda putra Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo.

Keempat wakil tersebut akan kembali bertanding pada babak semifinal, Sabtu (5/9/2026), untuk memperebutkan tiket ke final.

Perjalanan para wakil Indonesia tidak berlangsung mudah. Level persaingan pada Indonesia Masters Super 100 lebih tinggi dibandingkan turnamen Polytron Pontianak International Challenge yang digelar sepekan sebelumnya.

Kualitas pemain yang datang ke Pontianak membuat pertandingan berlangsung semakin kompetitif. Para wakil Indonesia pun dituntut bekerja lebih keras untuk bisa bertahan hingga babak akhir.

Di tengah ketatnya persaingan di lapangan, antusiasme masyarakat Pontianak terhadap turnamen juga terus meningkat.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100, Yuni Kartika, mengatakan tingginya minat penonton menjadi salah satu indikator positif bahwa kehadiran turnamen level Super 100 mendapat sambutan masyarakat.

Menurut Yuni, kehadiran penonton dalam jumlah besar juga menjadi energi tersendiri bagi para pemain yang bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak.

Tingginya minat tersebut bahkan berdampak terhadap penjualan tiket. Tiket pertandingan yang dijual secara daring untuk periode satu pekan disebut telah habis.

Meski demikian, masyarakat yang masih ingin menyaksikan pertandingan secara langsung tetap memiliki kesempatan mendapatkan tiket melalui ticket box di lokasi pertandingan.

Namun, jumlah tiket yang tersedia terbatas dan bergantung pada kapasitas tempat duduk yang masih tersedia.

“Kami ingin memasukkan sebanyak mungkin masyarakat di Pontianak untuk menonton secara langsung,” kata Yuni.

Untuk pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (6/9/2026), panitia menyiapkan skema tambahan tempat duduk di area lapangan atau on-court seating.

Tempat duduk tambahan tersebut nantinya digunakan oleh sejumlah pihak, di antaranya sponsor, PBSI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan memindahkan sejumlah tamu ke area lapangan, kursi tribun yang sebelumnya dialokasikan bagi mereka dapat kembali dibuka untuk masyarakat umum.

Langkah tersebut dilakukan untuk menambah jumlah penonton yang dapat menyaksikan langsung pertandingan final.

“Intinya kami pengen memasukkan sebanyak mungkin masyarakat di Pontianak untuk menonton secara langsung. Salah satu caranya yaitu dengan menambah tempat duduk di lapangan khusus di hari Minggu atau final,” jelas Yuni.

Yuni berharap dukungan masyarakat Pontianak tidak berhenti sampai babak semifinal. Ia ingin atmosfer positif dari tribun terus mengiringi perjuangan wakil Indonesia hingga pertandingan terakhir.

Menurutnya, Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat.

Turnamen ini juga memberikan kesempatan bagi para pemain Indonesia, khususnya pemain muda, untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dengan kualitas dan pengalaman yang lebih tinggi.

Persaingan di level Super 100 dapat menjadi tolok ukur bagi pemain untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan mereka ketika menghadapi pemain-pemain dari berbagai negara.

Bagi pelatih, pertandingan di Pontianak juga menjadi bahan evaluasi penting. Setiap laga dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan teknik, mental, strategi dan konsistensi pemain dalam menghadapi persaingan internasional.

Karena itu, keberadaan turnamen internasional di Pontianak dinilai tidak hanya berdampak pada tontonan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan prestasi bulu tangkis Indonesia.

Kini, empat wakil Merah Putih tinggal selangkah lagi menuju partai puncak. Dukungan penuh penonton Pontianak kembali diharapkan menjadi energi bagi mereka saat bertarung di babak semifinal, Sabtu (5/9/2026). (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda