Ponticity post author elgiants 05 September 2026

Waduk Penepat Kembali Normal, Pemkot Pontianak Perkuat Distribusi Air Tawar

Photo of Waduk Penepat Kembali Normal, Pemkot Pontianak Perkuat Distribusi Air Tawar

Kabar baik bagi masyarakat Kota Pontianak yang membutuhkan pasokan air tawar. Kebocoran pipa dari Waduk Penepat kini telah berhasil diperbaiki sehingga produksi air tawar kembali berjalan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, air yang dihasilkan dari sumber baku Penepat saat ini memiliki kadar garam di bawah 50 miligram per liter. Dengan kondisi tersebut, air dinilai sudah layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi, meski masyarakat tetap diminta memasaknya terlebih dahulu.

“Kadar garamnya sudah di bawah 50 miligram per liter, artinya sudah sangat layak. Layak diminum, tetapi dimasak dulu,” kata Edi saat ditemui di Perumda Tirta Khatulistiwa, Jumat (4/9/2026) sore.

Menurut Edi, produksi air tawar dari Penepat akan terus dilakukan. Air tersebut juga disiapkan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi air baku yang belum sepenuhnya normal.

“Kita akan terus produksi air tawar dari sumber baku Penepat. Ini kita cadangkan kalau masyarakat ingin mengambil,” ujarnya.

Pemkot Pontianak tidak hanya mengandalkan produksi air dari Penepat. Pasokan air tawar juga diperoleh dari sejumlah sumber lain, termasuk air gunung dan Anjungan.

Untuk memperluas jangkauan distribusi, dukungan armada juga dikerahkan. Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk membantu menyalurkan air tawar dan air bersih ke wilayah masyarakat yang membutuhkan.

“Ada 10 mobil pemadam kebakaran yang akan mendistribusikan ke tempat-tempat masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk air tawar dan bersih,” jelas Edi.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air tawar tetap dapat memperoleh pasokan, terutama untuk kebutuhan memasak dan konsumsi.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan, pihaknya saat ini memiliki cadangan air tawar sekitar 85 ribu liter.

Cadangan tersebut disiapkan sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu kembali terjadi gangguan pasokan dari Penepat.

Selain itu, Perumda juga memiliki air hasil pengolahan teknologi reverse osmosis (RO) dengan kapasitas sekitar 22 ribu liter per hari.

“Sekarang Penepat sudah jalan, kurang lebih 100 liter per detik yang masuk. Jadi kami harap armada-armada tangki bisa langsung mengisi di sini,” kata Abdullah.

Untuk mempercepat penyaluran air, Perumda Tirta Khatulistiwa menyiapkan empat titik pengisian bagi armada tangki.

Pengisian armada dipusatkan di kawasan Booster Imam Bonjol dan Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa. Armada dari berbagai pihak dapat mengambil air di titik tersebut untuk kemudian mendistribusikannya ke wilayah yang membutuhkan.

“Untuk tangki kita pusatkan di Imam Bonjol. Nanti armada-armada yang ada bisa mengambil air di sana, kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan di Kota Pontianak,” jelas Abdullah.

Tidak hanya melalui armada tangki, masyarakat juga dapat mengambil air secara langsung menggunakan jeriken maupun galon.

Saat ini terdapat dua titik pengambilan yang masih aktif, yakni di Booster Perumnas III dan Imam Bonjol.

Abdullah mengatakan, air tawar yang tersedia diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan memasak.

Namun, produksi dari Waduk Penepat belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan air tawar seluruh Kota Pontianak. Kondisi tersebut dipengaruhi situasi pasang surut yang masih terjadi.

Karena itu, masyarakat yang mengambil air tetap diminta memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Kita harapkan air ini air tawar dan bisa dikonsumsi, tetapi dengan saran dimasak terlebih dahulu,” katanya.

Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, Perumda Tirta Khatulistiwa juga telah berkoordinasi dengan para camat di Kota Pontianak.

Pendataan kebutuhan air tawar dilakukan di tingkat wilayah sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan sesuai kondisi masing-masing.

Abdullah meminta warga yang membutuhkan air untuk menyampaikan informasi kepada lurah setempat.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, informasikan ke lurah. Nanti lurah memfasilitasi ke camat, dan camat berkomunikasi dengan PDAM,” ujarnya.

Dengan kembali beroperasinya sumber air Penepat, ditambah cadangan air, teknologi RO, serta dukungan armada distribusi, Pemkot Pontianak dan Perumda Tirta Khatulistiwa berharap kebutuhan air tawar masyarakat dapat terus dipenuhi.

Titik-titik layanan yang disiapkan juga diharapkan menjadi pusat distribusi air tawar bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya selama kondisi sumber air baku belum sepenuhnya kembali normal.

“Mudah-mudahan titik ini menjadi pusat distribusi air tawar untuk Kota Pontianak, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Abdullah. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda