PONTIANAK, SP - Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Kalimantan Barat menyatakan siap menjadi penyelenggara cabang olahraga tinju pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Ketua Pengprov Pertina Kalbar, Bambang Derryawan, mengatakan kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut teknis penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga telah didukung oleh struktur organisasi yang aktif serta kelengkapan administrasi sebagaimana dipersyaratkan KONI Kalimantan Barat.
“Sampai saat ini sudah ada 12 Pengkab dan Pengkot Pertina di Kalimantan Barat yang memiliki legalitas berupa SK dari Pengprov Pertina Kalbar dan sudah mendapatkan rekomendasi dari KONI masing-masing daerah,” ujar pria yang karib disapa derry
Menurutnya, jumlah tersebut telah melampaui persyaratan minimal keaktifan kepengurusan kabupaten/kota untuk dapat mengikuti Porprov.
“Persyaratan yang ditetapkan sebanyak delapan Pengkab/Pengkot aktif. Kita sudah memiliki 12 yang mempunyai legalitas dan rekomendasi KONI daerah. Artinya, dari sisi struktur organisasi kita sudah lebih dari cukup,” ujarnya.
Selain penguatan struktur di kabupaten dan kota, Derry menyebut Pengprov Pertina Kalbar telah mengikuti seluruh tahapan verifikasi administrasi yang dipersyaratkan KONI Kalbar, mulai dari verifikasi awal hingga tahap akhir.
Pertina Kalbar juga telah menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) penyelenggaraan cabang olahraga tinju Porprov XIV 2026 kepada KONI Kalimantan Barat.
Dengan terpenuhinya rangkaian tersebut, Dirinya menegaskan Pertina Kalbar secara organisasi maupun administrasi telah siap menjalankan tanggung jawab sebagai penyelenggara pertandingan tinju pada Porprov mendatang.
“Pertina siap menjadi penyelenggara event tinju pada gelaran Porprov Kalimantan Barat 2026. Seluruh persyaratan yang diminta KONI sudah kita lengkapi dan kita ikuti prosesnya,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti dinamika organisasi cabang olahraga tinju yang berkembang belakangan ini. Ia menegaskan, dalam struktur keanggotaan KONI tidak terdapat dualisme organisasi cabang olahraga tinju amatir.
Menurut Derry, Pertina hingga saat ini tetap menjadi organisasi cabang olahraga tinju amatir yang berada dalam keanggotaan KONI dari tingkat pusat hingga daerah.
“Saya pikir itu sudah final. Pertina masih sah secara legalitas masuk dalam keanggotaan KONI, sehingga sudah selayaknya Pertina yang menjadi penyelenggara event Porprov Kalbar tahun ini,” paparnya
Ia mengatakan kepastian tersebut penting agar persiapan atlet, pelatih, pengurus kabupaten/kota hingga pelaksanaan pertandingan Porprov tidak terganggu oleh persoalan organisasi.
Penegasan mengenai kedudukan Pertina sebagai satu-satunya organisasi Cabang Olahraga (Cabor) tinjur sebelumnya juga disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
KONI Pusat menegaskan bahwa dalam struktur KONI Pusat hanya terdapat satu organisasi resmi untuk setiap cabang olahraga.
Dirinya menilai prinsip organisasi tersebut harus menjadi rujukan hingga tingkat daerah sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam pelaksanaan pembinaan maupun penyelenggaraan kejuaraan khususnya cabor tinju amatir.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita fokus mempersiapkan Porprov, menyiapkan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota, serta memastikan pertandingan tinju berjalan dengan baik dan profesional,” ujarnya.
Bagi Pertina Kalbar, tentu ingin menjadikan Porprov XIV 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan serta memunculkan lebih banyak atlet tinju potensial dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Dengan 12 Pengkab/Pengkot yang telah memiliki legalitas, ia optimistis kompetisi tinju pada Porprov mendatang dapat berlangsung kompetitif sekaligus menjadi bagian penting dalam penjaringan atlet menuju kejuaraan yang lebih tinggi.
“Kita ingin Porprov bukan hanya selesai sebagai sebuah pertandingan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi atlet tinju Kalimantan Barat,” pungkasnya. (*)