Kubu Raya post author Kiwi 11 Juli 2026

Yon Parako 466 Pasgat Tuntaskan Misi di Perbatasan Papua, Panglima Korpasgat Sambut Kepulangan Satgas Pamtas RI–PNG

Photo of Yon Parako 466 Pasgat Tuntaskan Misi di Perbatasan Papua, Panglima Korpasgat Sambut Kepulangan Satgas Pamtas RI–PNG

KUBU RAYA, SP - Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya (Marsdya) TNI Deni Muis, memimpin langsung upacara penyambutan purna tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Bawah Kendali Operasi (BKO) Kogabwilhan III Batalyon Para Komando (Yon Parako) 466 Pasgat Tahun Anggaran 2025-2026 di Markas Yon Parako 466 Pasgat, Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (10/7/2026).

Upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi kepada seluruh prajurit yang telah menuntaskan penugasan selama kurang lebih 12 bulan di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini.

Dalam amanatnya, Panglima Korpasgat menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan seluruh personel menyelesaikan tugas negara dan kembali ke satuan dalam keadaan aman, lengkap, serta selamat.

"Merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi seorang Panglima dan Komandan ketika menyambut prajuritnya kembali dari medan tugas dalam keadaan aman, lengkap, dan selamat," ujar Marsdya TNI Deni Muis.

Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit atas dedikasi dan loyalitas selama melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

"Selamat datang kembali di home base. Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas keberhasilan selama melaksanakan penugasan di wilayah Papua," katanya.

Tidak Hanya Menjaga Perbatasan

Panglima Korpasgat menegaskan, keberhasilan Satgas Yon Parako 466 Pasgat tidak hanya diukur dari aspek pengamanan wilayah perbatasan semata, tetapi juga dari keberhasilan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan operasi.

Selain menjalankan tugas pokok di bidang pertahanan dan keamanan, para prajurit juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan teritorial, seperti bakti TNI, komunikasi sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, pembinaan kerohanian, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, berbagai program tersebut menunjukkan profesionalisme sekaligus kepedulian prajurit Korpasgat terhadap masyarakat di daerah penugasan.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa prajurit Korpasgat mampu menjalankan tugas pengamanan sekaligus hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat," ujarnya.

 

Pengalaman Berharga untuk Penugasan Berikutnya

Marsdya TNI Deni Muis mengingatkan bahwa bertugas di wilayah perbatasan bukanlah pekerjaan yang ringan. Selama satu tahun penugasan, para prajurit dituntut memiliki kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Papua diharapkan menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai penugasan di masa mendatang.

"Saya berharap pengalaman selama penugasan ini dapat dijadikan bekal untuk melanjutkan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit Yon Parako 466 Pasgat guna mempersiapkan diri menghadapi tugas-tugas ke depan," katanya.

Evaluasi untuk Meningkatkan Profesionalisme

Pada kesempatan tersebut, Panglima Korpasgat juga menekankan pentingnya melakukan evaluasi setelah berakhirnya setiap operasi militer.

Menurutnya, evaluasi bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi sarana pembelajaran agar pelaksanaan tugas berikutnya dapat berlangsung lebih baik, lebih efektif, dan semakin profesional.

Ia juga mengajak seluruh prajurit untuk terus menjaga loyalitas, disiplin, soliditas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Saya berharap seluruh prajurit Korpasgat terus menjaga semangat pengabdian, loyalitas, dan kesiapan dalam menjalankan setiap tugas demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Apresiasi untuk Keluarga Prajurit

Panglima Korpasgat turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar prajurit yang selama ini telah memberikan dukungan, doa, dan semangat sehingga para personel dapat menyelesaikan penugasan dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya menjadi prestasi para prajurit, tetapi juga hasil dukungan keluarga yang setia mendampingi dari rumah.

Di akhir amanatnya, Marsdya TNI Deni Muis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi dan pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Satgas Pamtas RI–PNG maupun upacara penyambutan purna tugas.
"Selamat datang kembali ke satuan dan selamat berkumpul kembali bersama keluarga. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara," pungkasnya.

Upacara penyambutan tersebut menjadi simbol berakhirnya tugas operasi Satgas Pamtas RI–PNG Yon Parako 466 Pasgat sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan profesionalisme prajurit Korpasgat dalam menghadapi berbagai tugas negara di masa yang akan datang. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda