KUBU RAYA, SP - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menegaskan bahwa jiwa korsa, kebersamaan, dan kesiapan pangkalan merupakan fondasi utama dalam membangun prajurit TNI AD yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas negara.
Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 882/Hulubalang di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (24/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakasad didampingi Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. Kegiatan dipusatkan di Marshalling Area Yonif TP 882/HB untuk meninjau secara langsung kesiapan satuan, operasional markas, serta berbagai program strategis berbasis pemberdayaan wilayah yang dijalankan oleh para prajurit.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan satuan yang disampaikan oleh Komandan Yonif TP 882/HB, Mayor Inf Ricky Fauzie, S.I.P., M.I.P.
Setelah menerima laporan, Wakasad bersama rombongan meninjau latihan prajurit sekaligus melihat berbagai program unggulan yang telah dijalankan, di antaranya kegiatan Kompi Peternakan dan Kompi Pertanian sebagai bagian dari konsep pembinaan teritorial dan ketahanan pangan.
Dalam arahannya kepada prajurit, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmen pimpinan TNI Angkatan Darat untuk terus mempercepat pemenuhan fasilitas asrama dan pangkalan yang representatif bagi seluruh prajurit.
Menurutnya, pangkalan yang baik bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, loyalitas, serta semangat kebersamaan yang menjadi modal utama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Asrama dan pangkalan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang untuk membangun semangat kebersamaan dan kekeluargaan sebagai modal utama pengabdian. Jika pangkalan dan tempat tinggal prajurit tidak siap, saya yakin pengabdian tidak akan berjalan secara maksimal," tegas Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Ia juga menekankan pentingnya peran seorang komandan dalam membangun hubungan emosional yang kuat dengan seluruh anggota melalui keteladanan, kerja bersama, dan pembinaan yang berkesinambungan.
Menurut Wakasad, kekuatan sesungguhnya TNI AD tidak hanya terletak pada kemampuan tempur, tetapi juga pada soliditas, jiwa korsa, dan kekompakan yang tumbuh dari kebersamaan di lapangan.
"Kekuatan utama TNI AD terletak pada jiwa korsa dan ikatan batin antara pimpinan dan anak buah. Kebersamaan dan kekompakan yang dibangun dari keringat bersama di lapangan merupakan kunci keberhasilan setiap satuan dalam melaksanakan tugas," ujarnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pimpinan TNI AD untuk memastikan kesiapan operasional satuan sekaligus memberikan motivasi kepada prajurit agar terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat semangat kebersamaan, serta mengoptimalkan program-program teritorial yang bermanfaat bagi masyarakat. (mul0