BENGKAYANG, SP – Pemerintah Kabupaten Bengkayang mendorong Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melahirkan inovasi, serta memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan organisasi yang menghimpun kalangan akademisi dan intelektual memiliki peran penting dalam memberikan pemikiran, kajian, serta rekomendasi kebijakan guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bengkayang.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, pendidikan, riset, inovasi, serta kemampuan memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan," kata Sebastianus saat mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ICDN Kabupaten Bengkayang periode 2025–2030 di Bengkayang, Jumat (24/7).
Menurutnya, Kabupaten Bengkayang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, kawasan perbatasan, hingga kekayaan budaya Dayak yang perlu didukung melalui kajian ilmiah dan pengembangan inovasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap kepengurusan ICDN yang baru dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai gagasan strategis, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta peningkatan daya saing generasi muda.
"Organisasi cendekiawan diharapkan mampu melahirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah," ujarnya.
Sebastianus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat terwujudnya Kabupaten Bengkayang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Menurutnya, penguatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi tantangan global. Karena itu, generasi muda, khususnya masyarakat Dayak, perlu didorong untuk memiliki pendidikan yang baik, karakter yang kuat, serta kemampuan berinovasi.
Selain itu, ia mengajak ICDN berperan aktif menjaga persatuan serta keharmonisan antarsuku dan antarumat beragama sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap ICDN dapat memperkuat perannya sebagai wadah para cendekiawan dalam menghasilkan gagasan berbasis ilmu pengetahuan yang mampu mendukung kebijakan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Bengkayang di tingkat regional maupun nasional.
Ketua DPD ICDN Kabupaten Bengkayang, Suryadman Gidot, mengatakan kepengurusan yang baru akan memfokuskan program organisasi pada pengembangan pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kapasitas generasi muda.
Ia menyebut struktur kepengurusan juga melibatkan berbagai bidang strategis, seperti pendidikan dan teknologi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, kesehatan, hukum, UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif, perbatasan dan tanah adat, serta pemberdayaan pemuda.
"Potensi intelektual masyarakat Dayak akan kami dorong menjadi kekuatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bengkayang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan," katanya.
Pengukuhan DPD ICDN Kabupaten Bengkayang periode 2025–2030 turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Adat Dayak, organisasi kemasyarakatan Dayak, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi kepemudaan. (nar)