Ponticity post author Kiwi 24 Juli 2026

PLN UPP KLB 2 Perkuat Kewaspadaan Pegawai melalui Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme

Photo of PLN UPP KLB 2 Perkuat Kewaspadaan Pegawai melalui Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme Pegawai PLN mengikuti Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Kantor UPP KLB 2 Sintang, Rabu (13/5/2026).

PONTIANAK, SP - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 2 (UPP KLB 2) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Kantor UPP KLB 2 Sintang, Rabu (13/5/2026).

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat pemahaman serta meningkatkan kewaspadaan pegawai terhadap ancaman penyebaran paham radikal dan terorisme, khususnya di lingkungan objek vital nasional seperti PLN.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai definisi terorisme berdasarkan peraturan perundang-undangan, perkembangan tren terorisme global dan nasional, pola penyebaran paham radikal melalui media digital, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.

Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai pentingnya mengenali potensi ancaman dari dalam maupun luar organisasi (insider threat dan outsider threat), serta peran setiap individu dalam membangun budaya keamanan melalui deteksi dini dan pelaporan terhadap aktivitas yang mencurigakan.

Analis Penanganan Objek Vital BNPT, Adi Yulianto, menyampaikan bahwa pencegahan radikalisme merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan kerja.

"Ancaman terorisme saat ini tidak hanya berbentuk serangan fisik, tetapi juga berkembang melalui penyebaran ideologi secara bertahap di ruang digital. Oleh karena itu, peningkatan literasi, kewaspadaan, serta kepedulian untuk mengenali dan melaporkan indikasi yang mencurigakan menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan terhadap paham radikal, khususnya di lingkungan objek vital nasional," ujarnya.

Manager PLN UPP KLB 2, Ronald Lapasau, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kesadaran pegawai terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan kerja.

“Melalui sosialisasi ini, pegawai tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ancaman radikalisme dan terorisme, tetapi juga memahami langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kami berharap seluruh insan PLN semakin memiliki kepedulian, mampu mengenali potensi risiko sejak dini, serta bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan tangguh dalam mendukung keandalan penyediaan tenaga listrik," ungkap Ronald.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat, Susilo, menegaskan bahwa penguatan budaya keamanan merupakan bagian penting dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

“Sebagai pengelola infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam objek vital nasional, PLN memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat kesiapsiagaan seluruh insan perusahaan terhadap berbagai bentuk ancaman. Sinergi dengan BNPT melalui kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keamanan demi menjaga keberlangsungan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat," jelasnya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme, PLN UPP KLB 2 berharap kesadaran dan kewaspadaan seluruh pegawai terhadap potensi ancaman radikalisme dapat terus meningkat.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung upaya pencegahan terorisme, sekaligus membangun budaya keamanan yang berkelanjutan sebagai bagian komitmen PLN menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan, serta melindungi aset strategis negara demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda