Ponticity post author Kiwi 23 Juli 2026

13 Inovasi Ber-HAKI, Windy Perkuat Budaya Inovasi di Lingkungan ASN Kalbar

Photo of 13 Inovasi Ber-HAKI, Windy Perkuat Budaya Inovasi di Lingkungan ASN Kalbar Tiga inovasi terbaru Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari resmi memperoleh HAKI, total karya inovasi yang telah terlindungi HAKI kini mencapai 13.

PONTIANAK, SP – Komitmen Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari, dalam menghadirkan inovasi di sektor pemerintahan dan pelayanan publik kembali mendapat pengakuan.

Tiga inovasi terbaru yang digagasnya resmi memperoleh pencatatan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga total karya inovasi yang telah mendapatkan perlindungan hukum kini mencapai 13 inovasi.

Tiga inovasi terbaru tersebut meliputi Model Belajar ASN Kalbar melalui Knowledge Sharing dan Pembelajaran Online (MBAK KEPO BELAJAR), ASN Kalbar Peduli, serta ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari.

Pencapaian ini melengkapi sepuluh inovasi yang sebelumnya telah lebih dahulu memperoleh sertifikat HAKI, sekaligus mempertegas komitmen BPSDM Kalbar dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN), pelayanan publik, dan kepedulian sosial.

Windy Prihastari mengatakan, pencatatan HAKI bukan sekadar bentuk perlindungan terhadap karya intelektual, tetapi juga menjadi motivasi agar inovasi yang lahir dari lingkungan birokrasi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap inovasi lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. HAKI menjadi bentuk perlindungan atas ide dan karya tersebut, sekaligus mendorong kami agar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya kemarin.

Menurut Windy, inovasi MBAK KEPO BELAJAR dikembangkan sebagai model pembelajaran ASN berbasis knowledge sharing dan pembelajaran daring. Melalui inovasi tersebut, ASN didorong untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta memperluas akses pembelajaran secara berkelanjutan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sementara itu, ASN Kalbar Peduli merupakan gerakan sosial yang mengintegrasikan kepedulian aparatur terhadap masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan, seperti donor darah, santunan anak yatim piatu, bantuan sosial, hingga kegiatan berbasis gotong royong yang melibatkan lintas instansi.

Adapun inovasi ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari digagas untuk membangun budaya hidup sehat di kalangan ASN. Program tersebut mendorong aparatur membiasakan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran, produktivitas kerja, sekaligus mendukung pelayanan publik yang optimal.

Windy menegaskan, inovasi di lingkungan pemerintahan harus mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan dampak langsung bagi organisasi maupun masyarakat.

“Inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah gagasan. Inovasi harus diimplementasikan, dirasakan manfaatnya, dan mampu menjadi budaya kerja sehingga birokrasi semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing,” katanya.

Dengan bertambahnya tiga inovasi terbaru tersebut, total 13 karya inovasi Windy Prihastari kini telah memperoleh perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Capaian itu menjadi salah satu bukti konsistensi BPSDM Kalbar dalam mendorong lahirnya berbagai terobosan di bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur, pelayanan publik, penguatan kepedulian sosial, hingga peningkatan kualitas birokrasi.

Windy berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan tidak hanya diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam membangun birokrasi yang semakin inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda