PONTIANAK, SP – Perum BULOG resmi meluncurkan Perdana Avenue, kawasan bisnis terpadu (business district) pertama milik BULOG di Kalimantan Barat yang berlokasi di Jalan Perdana, Kota Pontianak, Rabu (22/7/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak transformasi pemanfaatan aset negara yang sebelumnya dimanfaatkan secara terbatas menjadi kawasan komersial produktif. Kehadiran Perdana Avenue diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, menarik investasi, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Mengusung konsep "BULOG Business District", Perdana Avenue merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis BULOG di luar sektor pangan (core business), sekaligus menghadirkan ruang publik modern yang menggabungkan fungsi bisnis, kuliner, rekreasi, dan gaya hidup masyarakat.
Peresmian dihadiri Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, General Manager UB Opaset Perum BULOG Fadillah Rachmawati, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kalimantan Barat Rasiwan, serta Plt. Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Konsumsi Pangan Kota Pontianak Lili Ardiansyah mewakili Wali Kota Pontianak.
Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan pengembangan kawasan bisnis tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengoptimalkan aset negara tanpa mengurangi fokus BULOG sebagai penjaga ketahanan pangan nasional.
"Optimalisasi aset menjadi salah satu strategi BULOG untuk memperkuat pendapatan perusahaan di luar bisnis pangan. Kami ingin aset negara yang dikelola BULOG memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujarnya.
Perdana Avenue dirancang sebagai kawasan komersial terpadu yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas usaha, mulai dari perdagangan, jasa, kuliner, hingga ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Kawasan ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara BULOG, investor, dan pelaku UMKM lokal.
Pontianak dipilih sebagai lokasi pengembangan karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan yang terus meningkat, sehingga berpotensi menjadi pusat bisnis baru di Kalimantan Barat.
Selain menghadirkan area usaha, Perdana Avenue juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti kafe, restoran, area terbuka hijau, hingga ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun bersantai bersama keluarga.
Berdiri di atas lahan seluas 16.650 meter persegi, kawasan ini telah mencatat tingkat keterisian (occupancy) sekitar 5.670 meter persegi, yang menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap kawasan bisnis tersebut.
General Manager UB Opaset Perum BULOG, Fadillah Rachmawati, menegaskan bahwa setiap aset negara yang dikelola BULOG harus mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Perdana Avenue bukan hanya kawasan bisnis, tetapi menjadi bukti bahwa aset perusahaan dapat ditransformasikan menjadi ruang produktif yang menarik investasi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Perdana Avenue menjadi kawasan bisnis milik BULOG kelima di Indonesia setelah D'Gat55 di Jakarta Selatan, Pineung Center di Banda Aceh, B'Walk di Kalimantan Selatan, dan Beloft di Jakarta Utara.
Melalui kehadiran Perdana Avenue, BULOG menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan aset negara untuk mendukung pertumbuhan sektor jasa, kuliner, perdagangan, serta pengembangan UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Barat. (mul)