Bengkayang post author Kiwi 23 Juli 2026

Pembinaan OKP, KNPI Bengkayang Dorong Peran Aktif Pemuda Hadapi Tantangan Daerah Perbatasan

Photo of Pembinaan OKP, KNPI Bengkayang Dorong Peran Aktif Pemuda Hadapi Tantangan Daerah Perbatasan

BENGKAYANG,SP- Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Bengkayang mendorong organisasi kepemudaan memperkuat peran dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta menghadapi berbagai tantangan sosial di wilayah perbatasan melalui kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan Tahun 2026.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 KNPI mengusung tema "Menyatukan Pemuda, Memajukan Bangsa" dan digelar di Caffe Playground, Bengkayang, Kamis. Acara dihadiri Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bengkayang Antonius Freddy Romy, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bengkayang Rudi Hartono, pengurus KNPI, organisasi kepemudaan, BEM, serta sejumlah undangan.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bengkayang Albert Pandur Sae Pudaba mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpemuda dalam mendukung pembangunan daerah.

"Melalui tema 'Menyatukan Pemuda, Memajukan Bangsa', kami ingin menjaga semangat persatuan dan memperkuat sinergi seluruh organisasi kepemudaan agar terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Bengkayang," katanya.

Albert mengatakan KNPI saat ini menaungi sembilan organisasi kepemudaan (OKP) yang terus didorong agar tetap aktif menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan meningkatkan eksistensi melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, KNPI telah menyiapkan tiga agenda utama pada 2026, yakni pembinaan organisasi kepemudaan, pengembangan kewirausahaan bagi pemuda, serta peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, KNPI Bengkayang berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi kepemudaan semakin kuat sehingga pemuda dapat menjadi motor penggerak pembangunan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang maju dan kondusif.


Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto mengatakan organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Bengkayang.

Menurut dia, sinergi antara aparat keamanan dan organisasi kepemudaan menjadi modal penting dalam menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

"Pemuda merupakan aset masa depan daerah. Kami membutuhkan kerja sama seluruh organisasi kepemudaan agar mampu menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas serta memperkuat persatuan, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

Kepala Badan Kesbangpol Bengkayang Antonius Freddy Romy mengatakan hingga semester I 2026 terdapat 154 organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan yang terdaftar di Kesbangpol Bengkayang, terdiri atas organisasi kepemudaan, organisasi berbasis suku, budaya, maupun keagamaan.

Ia menilai keberadaan organisasi tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan toleransi, kerukunan, serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Menurut Antonius, pemuda juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti penyalahgunaan narkoba, judi daring, intoleransi, radikalisme, hingga rendahnya partisipasi generasi muda dalam pembangunan. Karena itu, pemuda diharapkan mampu menyaring informasi secara bijak, memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah, dan bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Disporapar Bengkayang Rudi Hartono mengatakan pembangunan kepemudaan harus menjadi perhatian bersama karena pemuda merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Ia menyebut sejumlah tantangan pembangunan kepemudaan saat ini meliputi peningkatan kualitas pendidikan, partisipasi dalam dunia kerja, kesehatan fisik dan mental, tata kelola organisasi kepemudaan, hingga dampak perkembangan teknologi informasi.

"Jumlah organisasi kepemudaan terus bertambah, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu pembinaan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar organisasi kepemudaan mampu melahirkan generasi yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing," katanya.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda