Bengkayang post author Kiwi 16 Juli 2026

Dinkes dan PPKB Perkuat Kapasitas Penjamah Makanan untuk Menjamin Kualitas Program MBG di Bengkayang

Photo of Dinkes dan PPKB Perkuat Kapasitas Penjamah Makanan untuk Menjamin Kualitas Program MBG di Bengkayang

Bengkayang,SP - Pemerintah Kabupaten Bengkayang memperkuat kapasitas penjamah makanan melalui pelatihan keamanan pangan guna menjamin kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memastikan makanan yang diterima para penerima manfaat aman, sehat, dan memenuhi standar higienitas.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Bengkayang Rosalina Nungkat mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

"Pelatihan penjamah makanan bertujuan memastikan makanan yang disajikan aman, sehat, higienis, dan bergizi sehingga dapat mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis," kata Rosalina saat membuka pelatihan penjamah makanan MBG di Bengkayang, Rabu.

Ia menjelaskan Program MBG tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan cerdas.

Menurut dia, keamanan pangan menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan program tersebut sehingga seluruh petugas yang terlibat dalam pengolahan makanan harus memahami standar sanitasi dan higiene pangan.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai kebersihan pribadi dan lingkungan, prosedur mencuci tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri, sanitasi peralatan, pengendalian cemaran pangan, penyimpanan bahan baku, hingga praktik pengolahan makanan sesuai standar keamanan pangan.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pemilihan bahan pembersih yang aman untuk pangan (food grade), prosedur penyimpanan bahan makanan guna mencegah kontaminasi silang, serta tata cara penyajian makanan yang memenuhi prinsip keamanan pangan.

Rosalina berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari sehingga makanan yang diproduksi untuk Program MBG benar-benar aman dikonsumsi dan mampu mencegah penyakit bawaan makanan.

Ia menambahkan keberhasilan Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, sektor pertanian, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan pangan bagi program tersebut.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda