PONTIANAK, SP - MAN 1 Pontianak terus memantapkan persiapan menuju predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2026 dengan mengikuti Rapat Tindak Lanjut Hasil Verifikasi Administrasi Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Rimbawan DLHK Kalbar, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah proses verifikasi administrasi bagi calon penerima penghargaan Adiwiyata Provinsi selesai dilaksanakan.
Rapat dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat (Kanwil Kemenag Kalbar), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disbud) Provinsi Kalbar, Tim Adiwiyata Provinsi, serta perwakilan sekolah yang ditetapkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2026.
MAN 1 Pontianak dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sholihin HZ, Ketua Tim Adiwiyata, dan operator sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Adiwiyata, pembacaan doa, laporan Pembina Adiwiyata Provinsi Kalbar, serta arahan Kepala DLHK Provinsi Kalbar.
Agenda utama rapat adalah penyampaian hasil verifikasi administrasi oleh Tim Adiwiyata Provinsi, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai aspek yang perlu disempurnakan oleh masing-masing sekolah guna memenuhi seluruh indikator penilaian.
Melalui forum tersebut, MAN 1 Pontianak memperoleh sejumlah masukan dan rekomendasi untuk menyempurnakan dokumen administrasi sekaligus memperkuat implementasi Program Adiwiyata di lingkungan madrasah. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala MAN 1 Pontianak menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diterima akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi internal Tim Adiwiyata.
"Hasil rapat ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dokumen pendukung sekaligus memperkuat implementasi program lingkungan di madrasah. Kami optimistis seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi melalui kerja sama seluruh warga madrasah," ujarnya.
Komitmen MAN 1 Pontianak dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan diwujudkan melalui berbagai program, seperti penguatan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), konservasi air dan energi, pelestarian keanekaragaman hayati, penghijauan kawasan madrasah, serta pelibatan aktif guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Praktik ramah lingkungan juga diterapkan selama pelaksanaan rapat. Panitia tidak menyediakan air minum dalam kemasan plastik dan mengimbau seluruh peserta membawa tumbler masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan sampah plastik sekali pakai.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, MAN 1 Pontianak optimistis mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2026. Lebih dari sekadar penghargaan, program ini diharapkan mampu membentuk budaya madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan serta melahirkan generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (*)