PONTIANAK, SP - Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.
Pada ajang yang diikuti 22 provinsi di kawasan timur Indonesia tersebut, Kalbar berhasil membawa pulang delapan penghargaan dari berbagai kategori kompetisi.
Prestasi tersebut mencerminkan perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Barat yang terus menunjukkan kemajuan melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, serta lembaga zakat dan wakaf.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.
“Delapan penghargaan yang diraih Kalimantan Barat pada FESyar KTI 2026 merupakan buah dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga zakat dan wakaf, serta seluruh mitra strategis. Prestasi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dan daya saing yang semakin kuat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Doni, Selasa (14/7/2026).
Pada kompetisi Halal Chef Competition (HCC), Kalimantan Barat tampil dominan dengan meraih Juara 1 kategori Profesional melalui Eko Hendrawan, Juara 1 kategori Umum melalui Elpidius Ricky, serta Juara 3 kategori Pesantren melalui Islandi.
Sementara pada Modest Fashion Designer Competition (MFDC), desainer Jazila dari BornNeo berhasil meraih Juara 1 kategori Profesional, sedangkan Riza Fibula meraih Juara 3 kategori Pelajar.
Di bidang literasi ekonomi syariah, SMAN 3 Pontianak berhasil meraih Juara 3 pada Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat Kawasan Timur Indonesia.
Prestasi lainnya diraih Baitulwaqaf Munzalan Indonesia yang memperoleh Juara 2 kategori Wakaf pada Program ZISWAF. Adapun Fadilla Amarti Pratiwi berhasil menjadi Juara 1 pada Lomba Konten Syariah.
Berkat capaian tersebut, Kalimantan Barat akan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta melalui Halal Chef Competition kategori Profesional, Umum, dan Pesantren.
Selain itu, pemenang MFDC kategori Profesional juga mendapat kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan ISEF 2026.
Menurut Doni, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan lebih banyak talenta unggul, memperkuat industri halal, mengembangkan inovasi keuangan sosial syariah, serta meningkatkan literasi masyarakat. Kami berharap ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta, pendamping, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, pelaku usaha, serta mitra strategis yang telah berkontribusi terhadap keberhasilan Kalimantan Barat pada FESyar KTI 2026.
FESyar KTI merupakan agenda tahunan menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” dan diikuti 22 provinsi dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Sebelumnya, pada 2025, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan FESyar KTI. (jee)