PONTIANAK, SP – Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak kembali menorehkan sejarah dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Bersama Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), UPB resmi meluncurkan UNIMAS Learning Centre, Kamis (16/7/2026), yang menjadi pusat pembelajaran (Learning Centre) pertama milik UNIMAS di Indonesia.
Peresmian yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai I Rektorat Universitas Panca Bhakti tersebut ditandai dengan penekanan tombol bersama oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut jajaran rektorat UPB, pengurus yayasan, Forkopimda Kalbar dan undangan lainya.
Kehadiran Learning Centre menjadi tonggak baru kerja sama akademik internasional yang telah dibangun sejak 2018, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bertaraf internasional bagi masyarakat Kalimantan Barat tanpa harus selalu menempuh studi di Malaysia.
Rektor UPB, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb,. mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan UNIMAS kepada UPB sebagai mitra pertama di Indonesia.
"Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Hari ini kita resmi melaunching UNIMAS Learning Centre di Universitas Panca Bhakti. Insya Allah ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dipilih berada di Kalimantan Barat, tepatnya di Universitas Panca Bhakti," ujar Purwanto.
Menurutnya, peluncuran Learning Centre merupakan implementasi nyata dari kolaborasi internasional yang selama delapan tahun terus diperkuat kedua institusi.
"Program-program yang akan dijalankan merupakan implementasi kerja sama internasional yang berfokus pada penguatan akademik, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya Learning Centre ini, percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dirasakan di Kalimantan Barat, tetapi juga regional Kalimantan bahkan Indonesia," katanya.
Purwanto menjelaskan, masyarakat, aparatur pemerintah, dosen maupun mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di UNIMAS kini memiliki jalur yang lebih mudah.
"Bagi kalangan perguruan tinggi maupun pemerintah yang ingin melanjutkan studi di UNIMAS atau membangun kolaborasi internasional, kini tidak perlu jauh-jauh ke Malaysia. Banyak proses akademik dapat difasilitasi melalui Universitas Panca Bhakti," ujarnya.
Ia mengatakan, UPB telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung operasional Learning Centre.
"Kami sudah menyiapkan fasilitas pendukung terkait pelaksanaan berbagai program pengembangan, mulai dari jenjang S1, S2 hingga S3. Kesempatan ini terbuka bukan hanya bagi sivitas akademika UPB, tetapi juga bagi perguruan tinggi lain maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensinya melalui jejaring internasional," jelasnya.
Purwanto menambahkan, perjalanan menuju peluncuran Learning Centre bukanlah proses yang singkat.
"Kerja sama ini embrionya sudah dimulai sejak tahun 2018. Hari ini menjadi puncaknya. Ini adalah Learning Centre pertama UNIMAS di Indonesia, sehingga menjadi prestasi sekaligus kehormatan besar bagi Universitas Panca Bhakti dan Kalimantan Barat," katanya.
Sementara itu, Vice-Chancellor (Rektor) Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Prof. Dr. Ahmad Hata Rasit, mengatakan peluncuran UNIMAS Learning Centre merupakan bagian dari komitmen UNIMAS dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di kawasan Asia Tenggara.
Ia menyebutkan, Kalimantan Barat dipilih karena memiliki kedekatan geografis, hubungan historis yang kuat dengan Sarawak, serta rekam jejak kerja sama yang sangat baik bersama Universitas Panca Bhakti.
"Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT karena dapat melaksanakan amanah untuk meningkatkan peluang pendidikan tinggi, bukan hanya di Malaysia tetapi juga di Indonesia. Dengan adanya Learning Centre ini, masyarakat Kalimantan Barat memiliki keistimewaan dan kemudahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3," ujar Prof. Ahmad Hata Rasit.
Menurutnya, kehadiran Learning Centre akan membuat sistem pembelajaran menjadi lebih fleksibel karena sebagian proses akademik dapat dilaksanakan di Pontianak dengan supervisi langsung dari UNIMAS.
"Mahasiswa tidak perlu selalu datang ke Sarawak untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran. Sebagian kegiatan akademik dapat dilaksanakan di Universitas Panca Bhakti dengan pemantauan langsung dari UNIMAS, sehingga lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pendidikan," katanya.
Prof. Ahmad Hata Rasit menegaskan, kepercayaan UNIMAS kepada UPB lahir dari hubungan kerja sama yang telah berlangsung selama delapan tahun.
"Selama delapan tahun kami membangun kerja sama dengan Universitas Panca Bhakti. Kepercayaan itu semakin kuat karena kami melihat komitmen yang tinggi dari UPB. Dosen-dosen UPB juga akan terlibat dalam proses akademik sehingga akan semakin meningkatkan mutu pendidikan tinggi," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa UNIMAS memang telah memiliki Learning Centre di beberapa negara lain. Namun, Indonesia baru memiliki satu pusat pembelajaran, yakni di Universitas Panca Bhakti.
"Ini merupakan Learning Centre pertama kami di Indonesia. Ke depan mungkin akan berkembang ke daerah lain, tetapi kami memulainya dari Pontianak karena kesiapan Universitas Panca Bhakti sangat baik. Kami berharap pusat pembelajaran ini menjadi pintu masuk masyarakat Indonesia untuk memperoleh pendidikan tinggi internasional dengan lebih mudah," ungkapnya.
Peluncuran UNIMAS Learning Centre di Universitas Panca Bhakti diharapkan menjadi katalis lahirnya berbagai program strategis, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyelenggaraan pendidikan internasional berbasis dual supervision dan joint academic programs.
Keberadaan pusat pembelajaran ini sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai gerbang kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Malaysia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global. (*)