PONTIANAK, SP - Semangat sport tourism kembali menggema di Kota Pontianak melalui penyelenggaraan Pontianak Dragon Boat Race 2026 yang akan berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di kawasan Taman Alun-Alun Kapuas (Waterpront City), Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Kejuaraan terbuka ini menghadirkan kompetisi perahu naga yang melibatkan puluhan tim dari berbagai daerah sekaligus menjadi ajang promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Kalbar.
Kejuaraan yang didukung oleh Pemerintah Kota Pontianak, PODSI, Asian Chinese Youth Association (ACYA), dan Sporta Indonesia ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Open Man (30 tim), Inter Community Group/Organization (30 tim), dan Exhibition Woman (12 tim).
Wamen Ekraf: Sport Tourism Adalah Bukti Kolaborasi Kreatif
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual dari Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Airin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan ajang olahraga bertaraf nasional tersebut.
"Saya ingin menyampaikan salam hangat kepada Wali Kota Pontianak Bapak Edi Rusdi Kamtono, Ketua Panitia Ibu Helga Abraham, serta rekan-rekan hebat di Sporta Indonesia dan PODSI.
Walaupun hari ini saya hanya bisa menyapa dari Jakarta, percayalah energi saya ada di sana, meluap bersama aliran Sungai Kapuas yang menjadi urat nadi budaya dan sejarah kita," tuturnya.
Menurut Airin, Pontianak Dragon Boat Race bukan sekadar perlombaan untuk menjadi yang tercepat mencapai garis akhir.
"Bagi saya, Pontianak Dragon Boat Race 2026 adalah proof of concept bagaimana sport tourism dapat dikemas begitu indah. Perpaduan adrenalin olahraga dayung, kemeriahan tradisi meriam karbit, hingga kekayaan kuliner lokal merupakan kekuatan kreatif yang sangat bernilai," kata Airin.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event olahraga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.
"Event ini bukan hanya pertandingan, tetapi sebuah ekosistem yang menggerakkan sektor kuliner, kriya, fesyen, hingga desain lokal secara nyata. Kami di Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus hadir sebagai enabler dan mitra strategis bagi inovasi kreatif daerah seperti ini," sambungnya.
Airin juga mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan ajang tersebut sebagai momentum memperkuat potensi ekonomi kreatif Kalbar.
"Selamat berkompetisi. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Semoga Pontianak Dragon Boat Race 2026 sukses luar biasa," tutur Airin.
Sekretaris Pengprov PODSI Kalbar: Momentum Pembinaan Atlet
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Provinsi PODSI Kalimantan Barat, Abdi Nurkamil, mengatakan kejuaraan ini memiliki arti penting dalam pembinaan olahraga dayung di Kalbar.
Menurutnya, Pontianak Dragon Boat Race menjadi wadah bagi atlet untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Dragon Boat Race bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Kami berharap semakin banyak klub dan komunitas dayung yang lahir dari Kalbar, sehingga prestasi daerah terus meningkat," ujarnya.
Long Abdi juga menambahkan, Sungai Kapuas memiliki potensi besar menjadi pusat olahraga air yang mampu menarik atlet maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Sporta Indonesia Siapkan Event Berstandar Nasional
Owner Sporta Indonesia, Ongky Lesmana, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan event olahraga yang profesional sekaligus berdampak bagi daerah.
Menurut Ongky, Pontianak Dragon Boat Race merupakan contoh bagaimana olahraga dapat menjadi media promosi destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman kompetisi yang berkualitas bagi seluruh peserta. Sporta Indonesia percaya bahwa event olahraga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif. Pontianak memiliki semua potensi itu," kata Ongky.
Ia optimistis Pontianak Dragon Boat Race akan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender sport tourism nasional.
Ketua Panitia: Siap Sambut Peserta dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia, Helga Abraham, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, panitia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi atlet, ofisial, maupun pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Pontianak untuk bersama-sama menyukseskan Pontianak Dragon Boat Race 2026.
Ini bukan hanya milik panitia, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalbar. Kami berharap para peserta membawa pulang pengalaman terbaik sekaligus menikmati keramahan Pontianak, keindahan Sungai Kapuas, dan kekayaan budaya daerah," papar Helga.
Helga juga berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi ruang kolaborasi antara olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ajang Promosi Kota Pontianak
Dengan mengusung semangat kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kreatif, Pontianak Dragon Boat Race 2026 diharapkan menjadi salah satu ikon sport tourism Indonesia.
Selain menyajikan persaingan atlet dayung terbaik, kegiatan ini juga menjadi panggung promosi budaya lokal, destinasi wisata Sungai Kapuas, kuliner khas Pontianak, serta produk-produk UMKM Kalbar.
Kejuaraan ini diharapkan mampu memperkuat citra Pontianak sebagai kota sungai yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional. (mul)