Ponticity post author elgiants 15 Juli 2026

Volume Sampah Naik 20 Persen, Musim Buah di Pontianak

Photo of Volume Sampah Naik 20 Persen, Musim Buah di Pontianak TINJAU TPS - Wali Kota Pontianak,  Edi Rusdi Kamtono saat meninjau tumpukan sampah di TPA Batulayang Pontianak Utara. Musim buah di Pontianak saat ini sebabkan volume sampah di TPS naik 20 persen.

PONTIANAK, SP – Musim buah yang tengah berlangsung di Kota Pontianak berdampak pada meningkatnya volume sampah, terutama sampah organik.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mencatat timbulan sampah meningkat sekitar 20 persen dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memaksa petugas menambah ritasi pengangkutan hingga lembur.

Kepala DLH Kota Pontianak, Usmulyono, mengatakan peningkatan volume sampah terjadi karena berbagai jenis buah dipanen pada waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat beban kerja petugas kebersihan meningkat signifikan.

“Tahun ini luar biasa. Semua buah turun pada bulan-bulan ini, sehingga kami mendapat limpahan pekerjaan. Paling tidak sekarang ada peningkatan sekitar 20 persen,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Usmulyono, lonjakan timbulan sampah tidak hanya meningkatkan kebutuhan pengangkutan, tetapi juga menuntut penanganan lebih cepat agar tidak terjadi penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS).

Untuk mengatasinya, DLH menambah armada, meningkatkan jumlah ritasi, memberlakukan lembur bagi petugas, hingga mengerahkan alat berat di sejumlah lokasi yang mengalami penumpukan.

“Kami terpaksa menambah armada angkutan, jumlah ritasi, dan petugas kami lemburkan. Kadang-kadang di satu daerah, tenaga manusia tidak cukup lagi, sehingga kami sudah menggunakan alat berat,” katanya.

Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Pontianak. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2025, timbulan sampah di Kota Pontianak mencapai 480,213 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah baru mencapai 18,87 persen sehingga sekitar 377,83 ton sampah masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) setiap harinya.

Sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, Pemkot Pontianak terus mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan. Melalui fasilitas tersebut, sampah dipilah dan diolah terlebih dahulu sehingga hanya residunya yang diangkut ke TPA.

“Wujudnya TPS 3R. Jadi sampah yang masuk kita kurangi, residunya saja yang kita buang,” ujarnya.

Usmulyono menilai penerapan konsep TPS 3R secara optimal akan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA sekaligus mengurangi beban armada pengangkut dan petugas kebersihan.

Namun, ia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Menurutnya, sesuai ketentuan, setiap penghasil sampah bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan, hingga tingkat wilayah.

Ia berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari sumber. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau kelompok pengelola sampah di lingkungan masing-masing.

“Pengolahan sampah harus dimulai dari rumah dan di tingkat wilayah. Kalau residunya saja yang dibuang, beban pengangkutan dan TPA akan jauh berkurang,” pungkasnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda