PONTIANAK, SP - MAN 1 Pontianak akan menggelar Festival Tundang Melayu Tingkat Pelajar SMP/MTs se-Kota Pontianak sebagai upaya melestarikan seni budaya Melayu sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang didukung melalui program bantuan pemerintah di bidang kebudayaan.
Ketua Panitia, Ferry Nata, menginformasikan bahwa pendaftaran peserta dibuka hingga 12 Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan festival dijadwalkan pada 22 Agustus 2026.
Menurut Ferry, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta, yakni tercatat sebagai murid SMP/MTs atau sederajat, setiap sekolah hanya mengirimkan satu tim perwakilan, serta setiap tim terdiri atas 4 hingga 7 peserta.
"Hingga saat ini sudah belasan sekolah yang mendaftarkan diri sebagai peserta. Kami berharap jumlah tersebut terus bertambah karena panitia telah menyiapkan hadiah dengan total jutaan rupiah bagi para pemenang," ujar Ferry.
Ia menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali seni Tundang Melayu kepada kalangan pelajar agar tetap dikenal, dicintai, dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus implementasi program bantuan pemerintah di bidang kebudayaan yang dipercayakan kepada MAN 1 Pontianak. "Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan Festival Tundang Melayu ini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program bantuan pemerintah dalam mendukung kegiatan kebudayaan sekaligus menjadi agenda budaya di MAN 1 Pontianak," ungkap Sholihin HZ.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Ketua Panitia, Ferry Nata, yang merupakan guru MAN 1 Pontianak, memperoleh apresiasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Kalbar di bawah Kementerian Kebudayaan atas kiprahnya dalam pelestarian seni budaya Melayu.
"Pak Ferry adalah guru MAN 1 Pontianak dan beliau mendapat apresiasi dari Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Kalbar. Hal ini menjadi nilai tambah bagi madrasah kami dan semakin menguatkan komitmen MAN 1 Pontianak dalam mendukung pelestarian kebudayaan lokal," tambahnya.
Terkait lokasi pelaksanaan, Sholihin HZ menjelaskan bahwa panitia masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penggunaan Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak sebagai tempat penyelenggaraan festival.
"Kami sedang berkoordinasi agar pelaksanaan Festival Tundang Melayu dapat berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak. Semoga proses koordinasi berjalan lancar sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik," pungkasnya.
Melalui Festival Tundang Melayu ini, MAN 1 Pontianak berharap semakin banyak pelajar yang mengenal, mencintai, dan turut melestarikan warisan budaya Melayu, sehingga tradisi luhur tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda Kalbar. (mul)