SAMBAS, SP - Deru mesin Vespa klasik memecah pagi Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026). Sebanyak 31 peserta dengan 26 unit Vespa yang tergabung dalam FRKP West Borneo Vespa Lovers memulai perjalanan menuju Temajuk, Kabupaten Sambas, untuk mengikuti Parade Skuter Borneo (PSB) ke-21.
Kegiatan ini adalah sebuah ajang tahunan yang mempertemukan para pecinta Vespa dari berbagai wilayah di Pulau Kalimantan hingga mancanegara.
Rombongan diberangkatkan dari Sekretariat FRKP pukul 08.00 WIB. Sebelum meninggalkan Pontianak, mereka terlebih dahulu berkumpul di Tugu Khatulistiwa, tempat sejumlah peserta dari berbagai komunitas bergabung hingga membentuk iring-iringan sebanyak 26 Vespa.
Suasana kebersamaan semakin terasa karena beberapa peserta turut membonceng istri dan anak-anak mereka.
Perjalanan menuju Temajuk yang menempuh ratusan kilometer tidak mengurangi semangat para peserta. Beberapa kali rombongan melakukan pemberhentian untuk beristirahat.
Persinggahan pertama dilakukan di Sungai Pinyuh untuk menikmati secangkir kopi. Memasuki Kota Mempawah, peserta yang beragama Islam melaksanakan Salat Jumat, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Singkawang untuk makan siang bersama.
Persinggahan berikutnya berlangsung di Pastoran Sambas, tempat rombongan disambut hangat oleh Pastor Joni OFMCap, Pastor Paroki Sambas.
Tidak hanya menjamu peserta dengan kopi, Pastor Joni juga memberikan dukungan berupa bahan bakar Pertalite sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan Parade Skuter Borneo (PSB) ke-21.
Parade Skuter Borneo tahun ini diikuti ratusan pecinta Vespa dari berbagai penjuru Pulau Kalimantan, termasuk Kuching, Simunjan, Sabah, serta beberapa peserta dari Brunei Darussalam.
Sementara dari wilayah Indonesia, hadir komunitas Vespa dari Sulawesi, Jawa, Sumatera, hingga Ambon, menjadikan PSB sebagai ajang silaturahmi lintas daerah dan lintas negara.
Ketua rombongan sekaligus tokoh utama FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengatakan bahwa Parade Skuter Borneo bukan sekadar kegiatan touring, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Luar biasa antusias peserta Parade Skuter Borneo tahun ini. Semua usia berkumpul sebagai satu keluarga dan bersaudara. Kami bersyukur Pemerintah Kabupaten Sambas juga memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” katanya.
“Yang membanggakan, sore nanti peserta akan melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat sekitar, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tukik atau anak penyu ke habitatnya. Ini menunjukkan bahwa para pecinta Vespa tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan ikut menjaga kelestarian lingkungan," ujar Bruder Steph.
Semangat yang sama juga disampaikan Hasan, anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers yang rela menempuh perjalanan dari Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, untuk bergabung bersama rombongan.
Sehari sebelum keberangkatan, ia bermalam di Sekretariat FRKP Pontianak agar dapat berangkat bersama peserta lainnya.
"Saya selalu senang bisa mengikuti Parade Skuter Borneo. Umur boleh bertambah, tetapi semangat bertemu dengan sesama pecinta Vespa tidak pernah berkurang. Kami banyak belajar dari orang tua kami, Bruder Steph, bahwa komunitas ini dibangun atas dasar persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan," ungkap Hasan penuh semangat.
Sesampainya di Temajuk, rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers menginap di Villa JS Resort yang telah dipersiapkan sebagai tempat beristirahat sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Parade Skuter Borneo ke-21.
Bagi para peserta, perjalanan panjang bukan sekadar menempuh jarak dari Pontianak menuju perbatasan Indonesia-Malaysia. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi simbol bahwa sebuah komunitas dapat tumbuh karena persaudaraan yang tulus, saling membantu tanpa memandang usia maupun latar belakang, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui semangat kebersamaan yang terus terjaga, FRKP West Borneo Vespa Lovers kembali membuktikan bahwa Vespa bukan hanya kendaraan klasik, melainkan jembatan yang menyatukan persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan menebarkan nilai-nilai kemanusiaan di setiap perjalanan. (*)