PONTIANAK, SP – Ada banyak cara untuk merayakan perjalanan panjang sebuah komunitas. Ada yang memilih pesta meriah, ada pula yang cukup dengan berkumpul, berdoa, mengenang perjalanan yang telah dilalui, kemudian kembali meneguhkan komitmen untuk terus berbuat bagi sesama.
Semangat itulah yang akan mewarnai perayaan 21 tahun Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP). Bukan sekadar perayaan ulang tahun, momentum tersebut menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, mengenang jejak pengabdian, sekaligus memperkenalkan catatan perjalanan FRKP melalui peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya”.
Syukuran tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 28 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, di Sekretariat FRKP, Jalan Purnama, Gang Purnama 9 Nomor 1B, Pontianak.
Rangkaian kegiatan diawali Misa Syukur yang dipimpin langsung Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, Dewan Penasihat FRKP, bersama Provinsi Kapusin Pastor Faustus Bagara Darmawan, OFMCap, serta didampingi para imam lainnya.
Setelah misa, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan peluncuran perdana buku “21 Tahun FRKP Berkarya”, yang didahului berkat oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap.
Buku tersebut menjadi bagian penting dalam momentum perayaan. Bukan sekadar dokumentasi perjalanan, tetapi juga upaya menjaga ingatan mengenai berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, lingkungan dan persaudaraan yang telah menjadi bagian dari perjalanan FRKP selama lebih dari dua dekade.
Dari Kepedulian Menjadi Gerakan Kemanusiaan
FRKP selama ini dikenal sebagai wadah relawan yang tumbuh dari kepedulian terhadap sesama. Dari kepedulian yang sederhana, forum ini berkembang menjadi ruang bertemunya orang-orang dengan latar belakang berbeda yang dipersatukan oleh semangat kemanusiaan.
Dalam perjalanannya, FRKP hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Prinsipnya sederhana, yakni berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan, membantu sesuai kemampuan, sekaligus membangun jejaring persaudaraan yang lebih luas.
Bagi Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, Ketua FRKP, perjalanan 21 tahun bukan semata-mata ukuran usia sebuah organisasi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan rangkaian pengalaman, persaudaraan dan pengabdian yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Bagi kami, 21 tahun FRKP bukan hanya tentang lamanya sebuah perjalanan, tetapi tentang berapa banyak persaudaraan yang sudah dibangun, berapa banyak orang yang sudah kita temui dan berapa banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama. Semoga semangat kemanusiaan itu terus hidup dan menjadi kekuatan FRKP ke depan,” ujar Bruder Stephanus dalam pesan yang disiapkan untuk momentum tersebut.
Bagi Bruder Stephanus, semangat kemanusiaan tidak harus selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Justru dari langkah-langkah kecil, kepedulian dapat tumbuh menjadi gerakan yang memberikan manfaat lebih luas.
Karena itu, 21 tahun FRKP menjadi perjalanan yang patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia.
Ketika Vespa Menjadi Jalan Persaudaraan
Menariknya, perjalanan FRKP juga berkembang melalui komunitas yang menjadikan Vespa bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi sebagai sarana membangun persahabatan dan memperluas jejaring kemanusiaan.
Komunitas itu adalah FRKP West Borneo Vespa Lovers (WBVL).
Komunitas tersebut menjadi salah satu warna tersendiri dalam perjalanan FRKP. Para scooterist tidak hanya melakukan perjalanan menikmati jalan dan persahabatan, tetapi juga membawa semangat sosial ke berbagai daerah.
Bruder Stephanus Paiman OFMCap dikenal sebagai pendiri sekaligus penasihat utama FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Bagi komunitas ini, perjalanan dengan Vespa bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap perjalanan selalu memiliki cerita tentang persaudaraan.
Kegiatan touring dan pertemuan para scooterist menjadi ruang untuk saling mengenal. Dari sana kemudian tumbuh kepedulian, kegiatan sosial hingga aksi lingkungan.
Semangat itu antara lain terlihat dalam perjalanan Parade Scooter Borneo (PSB) XXI di Temajuk, ketika para anggota komunitas tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga mengisinya dengan kegiatan sosial, bakti kemanusiaan, kegiatan lingkungan dan pelepasan tukik.
Dari Jalan Raya ke Gerakan Kemanusiaan
Jalan raya menjadi ruang perjumpaan, sementara kegiatan sosial menjadi cara menerjemahkan persaudaraan ke dalam tindakan nyata.
Vespa akhirnya menjadi semacam jembatan. Ia mempertemukan orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal, membuka ruang silaturahmi dan pada saat yang sama menjadi kendaraan untuk membawa pesan kemanusiaan.
“Komunitas motor adalah wadah persaudaraan, kedisiplinan, kepedulian sosial dan berbagi. Karena itu, perjalanan dengan Vespa jangan hanya berhenti pada kesenangan berkendara. Ada nilai persaudaraan dan kepedulian yang bisa kita bawa ke mana pun kita pergi,” ujar Bruder Stephanus.
Semangat tersebut pula yang membuat FRKP West Borneo Vespa Lovers memiliki karakter tersendiri. Kegiatan berkendara tidak berhenti pada urusan hobi, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat.
Bagi Sekretaris FRKP, perjalanan 21 tahun FRKP dan perkembangan FRKP West Borneo Vespa Lovers memperlihatkan bahwa sebuah gerakan sosial dapat bertahan ketika dibangun dengan kebersamaan.
“FRKP tumbuh karena kebersamaan. Orang datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh kepedulian dan keinginan untuk berbuat sesuatu bagi sesama. Begitu juga dengan FRKP West Borneo Vespa Lovers. Kegiatan berkendara menjadi pintu masuk untuk membangun persaudaraan, kemudian berkembang menjadi kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Sekretaris FRKP.
Tiga Perayaan dalam Satu Malam
Syukuran 28 September nanti terasa semakin istimewa karena terdapat beberapa momentum yang dirayakan sekaligus.
Selain 21 tahun FRKP, malam tersebut menjadi perayaan ulang tahun ke-64 Bruder Stephanus Paiman OFMCap.
Pada saat bersamaan, dirayakan pula ulang tahun ke-8 FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Tiga perjalanan tersebut, usia Bruder Stephanus, perjalanan FRKP dan usia FRKP West Borneo Vespa Lovers—bertemu dalam satu malam yang dikemas melalui pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng, dilanjutkan ramah tamah serta makan bersama.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ulang tahun FRKP West Borneo Vespa Lovers bersama para scooterist dan hiburan.
Ada kesan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar tentang angka.
64 tahun adalah perjalanan hidup seseorang. 21 tahun adalah perjalanan sebuah forum kemanusiaan. Sementara 8 tahun adalah perjalanan komunitas Vespa yang tumbuh dari semangat persaudaraan.
Ketiganya bertemu dalam satu ruang yang sama, yakni Sekretariat FRKP di Jalan Purnama.
Perjalanan panjang FRKP dan kiprah Bruder Stephanus juga mendapat ucapan selamat dari Brigjen TNI (Mar) Yustinus, M.Tr.Hanla., M.Tr(Han).
Dalam ucapan yang disampaikan bertepatan dengan momentum ulang tahun Bruder Stephanus Paiman OFMCap ke-64, ulang tahun ke-8 FRKP West Borneo Vespa Lovers serta peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya”, Brigjen TNI (Mar) Yustinus menyampaikan doa dan harapan bagi Bruder Stephanus dan keluarga besar FRKP.
“Semoga Bruder Stephanus Paiman OFMCap panjang umur dan sehat selalu, hingga dapat melayani makhluk hidup dan merawat bumi sebagai rumah kita bersama dengan rekan di FRKP,” demikian ucapan Brigjen TNI (Mar) Yustinus.
Ucapan tersebut menjadi penghormatan sekaligus doa bagi Bruder Stephanus, yang selama ini berada di tengah gerakan kemanusiaan dan komunitas, mendampingi berbagai kegiatan sosial serta membangun persaudaraan melalui FRKP.
Pesan tersebut juga terasa sejalan dengan semangat yang selama ini dibawa FRKP West Borneo Vespa Lovers. Sebab, bagi komunitas ini, perjalanan dengan Vespa tidak berhenti pada kegembiraan berkendara, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan.
Di balik perjalanan panjang tersebut, ada harapan agar semangat melayani tidak berhenti pada satu generasi. Apa yang telah dibangun selama 21 tahun diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan cara-cara baru, tanpa kehilangan nilai dasar yang menjadi pijakannya.
Menjaga Api yang Sudah Menyala
Dua puluh satu tahun tentu bukan waktu yang singkat. Di tengah perubahan zaman dan semakin beragamnya persoalan sosial, keberadaan organisasi relawan dituntut untuk tetap mampu menjaga kepedulian tanpa kehilangan akar persaudaraannya.
Karena itu, peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya” menjadi penting.
Sebuah perjalanan yang panjang perlu dicatat agar pengalaman dan nilai-nilai yang pernah dibangun tidak hilang begitu saja.
Buku tersebut menjadi semacam pengikat memori—tentang orang-orang yang pernah datang, mereka yang pernah membantu, perjalanan yang pernah ditempuh, serta berbagai bentuk pengabdian yang pernah dilakukan.
Di sisi lain, keberadaan FRKP West Borneo Vespa Lovers menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dapat hadir melalui banyak jalan.
Tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Terkadang ia dimulai dari perjalanan sederhana, berhenti di sebuah tempat, bertemu dengan orang-orang baru, berbagi cerita, kemudian menyadari bahwa masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk sesama.
Pada akhirnya, Vespa hanyalah kendaraan. Yang membuat sebuah perjalanan memiliki arti adalah orang-orang yang berada di atasnya, persaudaraan yang dibangun, serta kepedulian yang dibawa sepanjang jalan. Dan bagi FRKP, perjalanan 21 tahun itu belum selesai.
Tentang FRKP dan FRKP West Borneo Vespa Lovers
Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) merupakan wadah relawan yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selama perjalanan 21 tahun, FRKP menjadi ruang bagi para relawan untuk membangun kepedulian dan menghadirkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara FRKP West Borneo Vespa Lovers merupakan komunitas scooterist yang berada di bawah naungan FRKP. Komunitas ini menjadi sarana memperluas persaudaraan melalui hobi Vespa, sekaligus membawa semangat kegiatan sosial dan kemanusiaan dalam berbagai perjalanan dan aktivitas komunitas.
Keduanya memiliki ruang gerak yang berbeda, tetapi bertemu pada satu semangat yang sama: persaudaraan dan kemanusiaan.
Karena itu, perjalanan FRKP dan FRKP West Borneo Vespa Lovers tidak sekadar dihitung berdasarkan usia. Ada cerita, persahabatan, pengabdian dan kepedulian yang tumbuh di sepanjang perjalanan tersebut.
Syukuran 28 September 2026 akhirnya menjadi sebuah titik untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, bersyukur atas orang-orang yang pernah hadir, kemudian kembali melangkah.
Sebab, seperti perjalanan Vespa yang tidak selalu lurus dan tidak selalu mudah, perjalanan kemanusiaan pun membutuhkan kesabaran, kebersamaan dan kesediaan untuk terus bergerak.
Dari Pontianak, FRKP terus merawat persaudaraan. Dari perjalanan bersama, FRKP West Borneo Vespa Lovers terus membawa semangat kemanusiaan. Dan dari 21 tahun yang telah dilalui, harapannya satu: tetap hadir, tetap peduli dan terus bermanfaat bagi sesama. (*)