PONTIANAK,SP - Dukungan terhadap target Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 terus menguat. Kali ini datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar, yang secara terbuka menyatakan komitmennya mendukung langkah strategis KONI Kalbar di bawah kepemimpinan Daud Yordan.
Menurutnya, wacana Kalbar sebagai tuan rumah PON bukan sekadar ambisi, melainkan peluang realistis yang harus diperjuangkan secara serius dan terukur.
“Saya sebagai Ketua Umum PB ABTI mendukung penuh jika memang pelaksanaan PON di Kalbar seperti yang diusulkan oleh Ketua KONI Kalbar Daud Yordan, apalagi mendapat dukungan langsung dari Gubernur,” tegas Zulfydar kemarin.
Ia menilai, dari sisi kesiapan daerah, Kalbar telah memiliki fondasi yang cukup kuat. Tata kelola olahraga di tingkat kabupaten dan kota dinilai sudah berjalan baik, dengan struktur organisasi yang relatif rapi dan aktif. Hal tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan KONI Pusat.
“Kalau kita bicara kesiapan daerah, mekanisme di kabupaten dan kota sudah terbangun dengan baik. Sel-sel olahraga hidup, pengurusnya ada, dan aktivitasnya berjalan. Ini poin penting yang harus ditonjolkan,” ujarnya.
Zulfydar juga menyoroti aspek infrastruktur olahraga. Menurutnya, Kalbar tidak kekurangan venue. Berbagai fasilitas penunjang cabang olahraga telah tersedia, mulai dari gedung olahraga, stadion sepak bola, hingga lapangan khusus untuk cabang-cabang tertentu.
“Mau bicara gedung olahraga, ada. Lapangan sepak bola, ada. Lapangan khusus untuk bola tangan, futsal, pasir, hingga menembak juga tersedia. Artinya, secara fisik kita tidak mulai dari nol,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kesiapan infrastruktur saja tidak cukup. Upaya menjadi tuan rumah PON harus diiringi dengan manajemen yang solid, strategi komunikasi yang kuat, serta kekompakan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kalbar.
Ia menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas kepemimpinan Daud Yordan dalam mengonsolidasikan kekuatan tersebut. Menurut Zulfydar, pengalaman dan karakter kepemimpinan Daud Yordan menjadi nilai tambah dalam meyakinkan KONI Pusat.
“Saya yakin Daud Yordan mampu membentuk tim kecil yang solid untuk mengorkestrasi persiapan dan meyakinkan KONI Pusat. Manajemennya jelas, arah geraknya juga tegas,” ujarnya.
Zulfydar bahkan mengungkapkan pengalamannya menggelar kejuaraan nasional di Kalbar. Dari pengalaman tersebut, ia menilai Kalbar layak menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar. Tak hanya itu, ia juga pernah mempertimbangkan membawa kejuaraan dunia tingkat Asia Tenggara ke Kalbar.
“Saya sudah uji coba fasilitas di Kalbar melalui kejuaraan nasional. Secara umum memadai. Bahkan, saya merencanakan membawa kejuaraan dunia se-Asia Tenggara ke sini (Kalbar),” ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan bukan hanya fasilitas dan anggaran, melainkan soliditas internal. Zulfydar menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kepatuhan terhadap keputusan organisasi.
“Yang paling penting sekarang adalah kekompakan. Jangan terbelah. Saling mengisi dan patuh kepada pimpinan. Jangan sampai setelah program diputuskan secara musyawarah, masih ada suara-suara lain yang justru melemahkan,” tegasnya.
Menurut Zulfydar, PON 2032 harus menjadi agenda besar bersama, bukan sekadar program elit olahraga. Jika seluruh unsur bergerak dalam satu barisan, ia optimistis Kalbar mampu bangkit dan menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga nasional.
“Kalau semua kompak dan satu arah, saya yakin Kalbar bukan hanya siap menjadi tuan rumah PON, tetapi juga mampu menghadirkan prestasi yang membanggakan,” ungap Zulfydar.
Sementara itu dalam momentum pelantikan beberapa waktu lalu, Ketua Umum KONI Provinsi Kalbar Daud Yordan kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kalbar tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Daud mengungkapkan komitmennya mendorong peningkatan prestasi olahraga Kalbar ke level yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang Kalbar menjadi tuan rumah PON 2032 sebagai bentuk keseriusan dan keberanian daerah dalam membangun olahraga prestasi.
“Kita harus berani. Open bidding tuan rumah PON 2032 adalah wujud komitmen agar prestasi olahraga Kalbar benar-benar bangkit dan diperhitungkan,” tegas Daud.(din)