PONTIANAK, SP - Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) terus memperkuat langkah transformasi digital organisasi melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu).
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Garuda Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Barat, Jumat-Sabtu (5-6/6/2026).
Kegiatan yang mempertemukan perwakilan dari 14 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten/kota se-Kalimantan Barat ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang lebih modern, terukur, dan berbasis data.
Ketua PWM Kalbar, Pabali Musa, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital merupakan realitas yang harus disikapi secara bijak oleh Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan pembaruan.
“Perkembangan dunia digital semakin luar biasa. Hal ini harus pula disikapi Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah. Mudah-mudahan kegiatan ini efektif dan dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik,” ujarnya.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) bersama Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Kalbar tersebut menghadirkan narasumber dari Tim SatuMu Pimpinan Pusat
Muhammadiyah, yakni Deta Dwi Prayitno, Annisa Khoirul Amanati, dan Assyifa Maulida.
Ketua MPI PWM Kalbar sekaligus Ketua Panitia, Dedy Ari Asfar, mengatakan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi setiap organisasi, termasuk Muhammadiyah.
“Kita hadir bukan sekadar sebagai peserta pelatihan. Kita hadir sebagai saksi sebuah peralihan zaman,” katanya.
Menurut Dedy, implementasi SatuMu merupakan bentuk tajdid atau pembaruan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan era digital. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu memperkuat pendataan anggota, kelembagaan, hingga berbagai layanan organisasi secara lebih efektif dan akuntabel.
“SatuMu bukan sekadar aplikasi. Ia adalah ingatan kolektif persyarikatan. Ia adalah cara baru kita memahami organisasi, mengelola data, dan membaca realitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat dakwah yang selama ini menjadi kekuatan Muhammadiyah perlu didukung oleh sistem yang tertata dan data yang akurat agar mampu menjawab tantangan zaman secara lebih optimal.
“Semangat saja tidak cukup. Harus ditopang oleh sistem, data, dan keteraturan. Di situlah SatuMu menjadi penting, bukan menggantikan nilai-nilai yang ada, tetapi memperkuatnya dalam bentuk yang lebih terukur, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti 49 peserta yang terdiri atas ketua, sekretaris, agen, dan verifikator dari 14 PDM se-Kalimantan Barat. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai layanan digital persyarikatan, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), pembuatan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) Elektronik, hingga sistem IuranMu. (*)