Ponticity post author Kiwi 12 Agustus 2026

Luncurkan Gerakan Peduli Asap, Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak Bagikan Ribuan Masker Gratis kepada Warga

Photo of Luncurkan Gerakan Peduli Asap, Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak Bagikan Ribuan Masker Gratis kepada Warga

PONTIANAK, SP– Kantor Layanan Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak menunjukkan kepeduliannya terhadap dampak kabut asap yang kerap melanda Kalimantan Barat melalui gerakan sosial bertajuk “Peduli Asap: Bersama Tekan Dampak Asap, Wujudkan Pontianak Sehat dan Nyaman.”

Dalam kegiatan tersebut, Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat di sejumlah titik strategis, yakni Perempatan Lampu Merah Jalan Ampera dan Perempatan Lampu Merah Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak.

Kegiatan sosial yang berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2026 ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pelaksanaannya didukung oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat, Direktur beserta jajaran Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak.

Koordinator kegiatan sekaligus Ketua BEM Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Habibi, mengatakan bahwa kabut asap tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan cuaca, tetapi juga sebagai ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.

“Kabut asap bukan sekadar masalah cuaca, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan pernapasan seluruh warga, mulai dari anak-anak, lansia, hingga kelompok rentan lainnya. Melalui gerakan ini, kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama,” ungkap Habibi.

Sementara itu, Direktur Politeknik 'Aisyiyah Pontianak Tilawaty Aprina,S.ST., M. Kes yang juga Sekretaris Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan kabut asap membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam mencegah dan mengurangi dampak kabut asap, seperti tidak membakar sampah maupun lahan, menggunakan masker ketika kualitas udara tidak sehat, serta menyebarkan informasi yang benar agar masyarakat tidak mengalami kepanikan berlebihan.

“Mari kita hadapi masalah ini bersama-sama. Tidak ada yang mampu menyelesaikannya sendirian. Mulailah dari hal kecil, hindari membakar sampah atau lahan, gunakan masker saat udara tidak sehat, dan jaga informasi yang benar agar tidak panik berlebihan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak akan terus hadir bersama masyarakat melalui semangat gotong royong untuk mewujudkan Pontianak yang lebih sehat, bersih, dan asri, baik bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Di kesempatan yang sama, Ketua Kantor Layanan Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Azli, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang erat dan terpadu antarunsur.

Menurutnya, Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak berperan dalam mengelola perencanaan serta pelaksanaan operasional di lapangan. Sementara itu, Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat memberikan panduan teknis terkait upaya menjaga kesehatan akibat paparan asap.

BEM Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak turut menggerakkan relawan dalam pelaksanaan kegiatan, sementara unsur lingkungan ikut berperan dalam menyebarluaskan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa dengan bergandengan tangan, tantangan seberat apa pun akan lebih mudah dihadapi,” ujar Azli.

Pembagian masker gratis tersebut membawa empat pesan utama, yakni Lindungi Diri dan Lindungi Sesama, Kurangi Risiko Penyakit Akibat Asap, Wujudkan Pontianak Sehat dan Nyaman, serta Jaga Lingkungan untuk Masa Depan.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat ketika kabut asap melanda. Lebih dari itu, gerakan “Peduli Asap” diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kualitas lingkungan.

Dengan kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat kepedulian bersama dalam menciptakan Pontianak yang sehat, nyaman, dan bebas dari ancaman kabut asap.(mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda