SINGKAWANG, SP - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah masih tetap berjalan meski kabut asap akibat kebakaran lahan mulai berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi dari lembaga terkait mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara sebagai dasar dalam menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar.
“Untuk saat ini proses belajar mengajar di Kota Singkawang masih tetap berjalan. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan terkait kondisi cuaca dan kualitas udara,” kata Asmadi, Kamis (13/8).
Menurutnya, berdasarkan pantauan sementara, kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Singkawang masih memungkinkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka.
“Untuk saat ini kegiatan belajar mengajar di Sekolah masih memungkinkan untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Dia juga menyinggung keputusan meliburkan sekolah yang telah diterapkan di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil karena kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah tersebut telah berada pada level yang rawan bagi kesehatan.
Asmadi mengatakan, Disdikbud Singkawang terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil nantinya sesuai dengan kondisi di lapangan dan tidak membahayakan kesehatan peserta didik.
“Kalau nanti sudah ada keputusan atau informasi yang menyatakan kondisi udara di Kota Singkawang sudah rawan dan membahayakan kesehatan, tentu kami akan meliburkan sekolah. Selanjutnya proses belajar mengajar akan dilakukan secara daring,” ungkapnya.
Disdikbud Singkawang hingga kini masih memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. (rud)