Ponticity post author Kiwi 18 Juni 2026

PGRI Kalbar Latih Guru Ciptakan Game Edukasi Interaktif Berbasis Canva

Photo of PGRI Kalbar Latih Guru Ciptakan Game Edukasi Interaktif Berbasis Canva PGRI Kalbar menggelar pelatihan “Mahir Menciptakan Game Edukasi Interaktif dengan Canva” yang diikuti lebih dari 100 guru perempuan dan mahasiswi calon guru untuk mendukung transformasi digital pendidikan.

PONTIANAK, SP – Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendorong peningkatan kompetensi pendidik di era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Mahir Menciptakan Game Edukasi Interaktif dengan Canva”.

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Streaming itu diikuti lebih dari 100 guru perempuan dan mahasiswi calon guru dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Pelatihan selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari implementasi gerakan Guru Perempuan Mahir Digital, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas guru perempuan dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Program ini diinisiasi oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI Kalbar, Dian Aprilia Manase, yang sekaligus bertindak sebagai fasilitator dan salah satu pemateri utama dalam kegiatan tersebut.

Menurut Dian, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis guru dalam membuat media pembelajaran digital, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang saat ini mendorong implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) serta integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan.

Pelatihan mengusung tema “Satu Guru, Satu Karya: Berbagi Inspirasi untuk Guru di Kalimantan Barat”. Melalui pendekatan yang praktis dan aplikatif, peserta dibimbing untuk menghasilkan karya nyata berupa game edukasi berbasis web yang dapat langsung digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur Yudi Kurniawan bersama Dian Aprilia Manase melalui tiga tahapan utama, yakni perencanaan konten melalui penyusunan game planning, teknik desain digital menggunakan prompting style UI dan pengembangan konten interaktif, hingga tahap produksi karya berupa finalisasi desain dan publikasi game edukasi.

Pendekatan tersebut memungkinkan para peserta merancang media pembelajaran berbasis permainan atau game-based learning tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks.

Hasilnya, setiap peserta berhasil menghasilkan minimal satu produk game edukasi interaktif berbasis web yang dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai media pembelajaran.

Sebagai tindak lanjut, para peserta diberikan kesempatan untuk menyempurnakan karya yang telah dibuat sekaligus melakukan uji coba bersama peserta didik di sekolah masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk yang dihasilkan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Seluruh karya peserta nantinya akan ditampilkan dalam kegiatan Showcase Digital yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut juga akan menjadi ruang evaluasi untuk mengukur dampak program secara lebih terstruktur.

Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI Kalimantan Barat, Dian Aprilia Manase, mengatakan bahwa gerakan Guru Perempuan Mahir Digital bertujuan mendorong guru perempuan menjadi motor penggerak transformasi teknologi di lingkungan sekolah.

“Gerakan ini bertujuan mendorong guru perempuan berada di garda terdepan adopsi teknologi kelas, sekaligus mendukung program Kemendikdasmen dalam pembelajaran mendalam dan KKA,” ujarnya kemarin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi PGRI Kalbar, Muhamad Firdaus, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam rangka mempersiapkan guru menghadapi perkembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat.

Menurutnya, penguasaan teknologi digital, koding, dan kecerdasan artifisial akan menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki guru pada masa mendatang.

“Pelatihan ini adalah fondasi awal. Ke depan, PGRI Kalbar akan mendorong penguasaan koding praktis dan integrasi AI di kalangan guru seiring agenda transformasi digital pendidikan nasional yang terus berkembang,” ungkapnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, panitia juga menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari e-sertifikat yang dilengkapi perhitungan Jam Pelatihan (JP), materi pelatihan eksklusif, hingga doorprize dan apresiasi khusus bagi karya edukatif terbaik.

Sebagai organisasi profesi guru, PGRI Kalimantan Barat selama ini aktif mendorong peningkatan kapasitas pendidik melalui berbagai program pelatihan, advokasi, dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Melalui pelatihan ini, PGRI Kalbar berharap semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif dalam proses pembelajaran sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda