Ponticity post authorelgiants 16 Juni 2026

Kolaborasi UNOSO dan Untan Turun ke Desa, Ubah Potensi Lokal Jadi Peluang Ekonomi

Photo of Kolaborasi UNOSO dan Untan Turun ke Desa, Ubah Potensi Lokal Jadi Peluang Ekonomi

Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Universitas OSO (UNOSO) dan Universitas Tanjungpura (Untan) di Kelurahan Tanjung, Kabupaten Mempawah.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Tanjung tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi, serta berbagai keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Program pengabdian ini mengusung semangat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, warga diajak mengenali, mengembangkan, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka agar memiliki nilai tambah, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, hingga warga setempat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat.

Interaksi aktif yang terbangun selama kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan mereka.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan pembuatan produk alami berbasis potensi lokal. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai peluang pengolahan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka menjadi produk bernilai ekonomis.

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan semangat kewirausahaan. Potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan sabun cair herbal berbahan dasar buah pedada. Buah yang banyak ditemukan di kawasan pesisir tersebut diketahui memiliki kandungan alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk ramah lingkungan.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan mulai dari proses pengolahan bahan, formulasi produk, hingga teknik pembuatan sabun cair yang aman dan mudah dipraktikkan secara mandiri.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi.

Tak berhenti di situ, tim dosen juga menghadirkan pelatihan statistika sederhana untuk memonitor laju timbunan sampah di lingkungan masyarakat. Materi disampaikan secara praktis dan mudah dipahami agar dapat diterapkan langsung oleh warga.

Peserta diajarkan teknik pencatatan, pengelompokan, hingga analisis sederhana terhadap data sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi pengelolaan sampah di lingkungan mereka sekaligus menentukan langkah yang tepat untuk mengurangi volume sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pelatihan ini dinilai sangat relevan mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir seperti Kelurahan Tanjung. Melalui pemahaman terhadap data dan tren timbunan sampah, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah pelatihan pembuatan spray anti-nyamuk alami berbahan dasar pandan dan jeruk nipis. Produk tersebut diperkenalkan sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Dengan bahan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat, peserta dapat mempraktikkan sendiri proses pembuatannya di rumah. Selain bermanfaat bagi kesehatan keluarga, produk tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumah tangga yang bernilai ekonomis.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mempawah, Muhammad Yamin, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kehadiran akademisi di tengah masyarakat tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inspirasi, motivasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Muda Insan Cita Kelurahan Tanjung, Iqbal. Ia menilai kegiatan pengabdian tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi lingkungan sekitar.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat karena dapat melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan Karang Taruna dapat terus berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat ke depan,” katanya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen dari berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi sesuai bidang keahlian masing-masing, yakni Dodi, Irma Ramadhani Febriaty, Naniek Tri Utami, Asri Rahmawati, Tia Nuraya, Dheanita Kusryat, dan Apriliandi.

Kolaborasi multidisiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program pengabdian yang komprehensif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan kemitraan yang semakin erat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah untuk bersama-sama membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dengan pemanfaatan potensi lokal yang optimal, peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pengembangan keterampilan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan Kelurahan Tanjung dan Kabupaten Mempawah secara umum.

Program tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan pemberdayaan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan lingkungan yang sehat, masyarakat yang sejahtera, serta pembangunan berkelanjutan diyakini akan semakin mudah diwujudkan. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda