Ponticity post author elgiants 19 Agustus 2026

Bruder Stephanus Paiman OFMCap: Chat Terakhir Yoh Eddy Sebelum Berpulang, Tinggalkan Pesan Iman dan Harapan, Selamat Jalan Orang Baik, Allah Menyediakan Tempat Bagimu

Photo of Bruder Stephanus Paiman OFMCap: Chat Terakhir Yoh Eddy Sebelum Berpulang, Tinggalkan Pesan Iman dan Harapan, Selamat Jalan Orang Baik, Allah Menyediakan Tempat Bagimu

PONTIANAK, SP- Kepergian Yoh Eddy Chandra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP). Sosok yang dikenal memiliki jiwa sosial tinggi, peduli terhadap masyarakat kecil dan selalu bersedia membantu kegiatan kemanusiaan itu kini telah berpulang untuk selamanya.

Bagi Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Yoh Eddy bukan sekadar rekan dalam berbagai kegiatan sosial. Almarhum merupakan sosok baik yang selama ini hadir membantu dengan tulus, bahkan tidak pernah mengharapkan namanya disebut.

“Alm Eddy orang baik yang kukenal. Jiwa sosialnya tinggi, sangat perhatian pada orang kecil. Sering ikut partisipasi dalam kegiatan forum, tapi tidak mau disebutkan namanya,” ujar Bruder Stephanus.

Yoh Eddy juga cukup sering membantu kegiatan FRKP, terutama ketika almarhum Andel masih aktif. Saat itu, Eddy dikenal sebagai pengemudi almarhum Andel dan kerap mendukung mobilitas kegiatan kemanusiaan yang dilakukan forum.

“Alm Eddy ini sering bantu FRKP, khususnya saat alm Andel masih ada. Alm ini driver alm Andel,” kenangnya.

Salah satu kenangan yang masih kuat dalam ingatan Bruder Stephanus adalah ketika Eddy terakhir kali masih mengemudikan kendaraan membawa dirinya bersama Domi, Iyon dan Acong dalam penanganan kasus Sungkio dan Aten di Polres Sanggau.

Namun, di balik kenangan tentang berbagai kegiatan kemanusiaan tersebut, terdapat satu percakapan terakhir antara Bruder Stephanus dan Yoh Eddy yang kini terasa begitu dalam. Percakapan itu terjadi sehari sebelum Eddy berpulang.

Saat itu, Yoh Eddy meminta Bruder Stephanus untuk mendoakannya. Pesan tersebut kemudian dijawab Bruder Stephanus dengan doa dan penguatan agar Eddy tidak menyerah serta tetap percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik.

“Mohon doanya. Selalu kubawa dalam doa. Jangan pernah menyerah, Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Aku pernah mengalaminya. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Bro Edy Chandra, yakni kesembuhan. Amin,” demikian pesan Bruder Stephanus kepada Eddy.

Dalam percakapan tersebut, Yoh Eddy kemudian membalas dengan ungkapan iman yang menunjukkan keyakinannya kepada Tuhan di tengah kondisi yang sedang dihadapinya.

“Amin... saya percaya Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan saya walau saya sering mengecewakan Tuhan. Besar kasih setia-Nya. Terima kasih buat doanya. Tuhan memberkati,” tulis Yoh Eddy dalam pesan terakhirnya.

Bagi Bruder Stephanus, percakapan tersebut menjadi kenangan yang sangat berarti. Sebab, tidak lama setelah komunikasi itu, kabar duka datang.

Bruder Stephanus kembali mengirimkan pesan penguatan kepada Eddy, namun kali ini bukan lagi untuk mendoakan kesembuhan. Pesan itu menjadi doa terakhir bagi sahabatnya yang telah berpulang.

“Allah telah memberikan yang terbaik untukmu, Bro Eddy Chandra. Semoga Allah mengampuni kesalahanmu dan memperhitungkan iman dan perbuatan baikmu serta memberimu tempat di sisi-Nya. Amin,” tulis Bruder Stephanus.

“Selamat jalan menuju rumah keabadian, Bro Eddy,” lanjutnya.

Siang harinya, Bruder Stephanus mendapat informasi dari Domi bahwa Yoh Eddy telah meninggal dunia. Kabar itu sontak meninggalkan kesedihan mendalam, terlebih karena sehari sebelumnya mereka masih berkomunikasi dan masih saling menguatkan dalam doa.

“Chat terakhir Edy kemarin denganku sebelum pergi selamanya dan jawabanku. Tadi siang dapat info dari Domi,” tutur Bruder Stephanus dengan penuh duka.

Setelah mendapat kabar tersebut, FRKP kemudian membantu menjemput jenazah Yoh Eddy dari RSUD Soedarso Pontianak untuk dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Tebu, Jeruju.

“Baru pulang bantu bawa jenazah Edy dari RS Sudarso ke Jalan Tebu, Jeruju,” ujarnya.

Rencananya, setelah misa requiem di kediaman almarhum sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah Yoh Eddy akan langsung diberangkatkan menuju pemakaman Katolik di Ambawang.

Kepergian Yoh Eddy menyisakan kisah tentang seorang manusia yang memilih membantu dalam kesunyian.

Ia hadir dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, memberikan tenaga dan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan, tetapi tidak pernah meminta namanya ditonjolkan.

Kini, doa untuk kesembuhan telah berubah menjadi doa untuk keabadian. Percakapan terakhir yang awalnya berisi harapan agar Tuhan memberikan kesembuhan, akhirnya menjadi kenangan tentang iman, kasih dan ketulusan seorang sahabat sebelum meninggalkan dunia.

“Selamat jalan orang baik. Allah menyediakan tempat bagimu,” ucap Bruder Stephanus.

Doa dan kenangan itu menjadi penghormatan terakhir bagi Yoh Eddy Chandra, sosok yang bagi keluarga besar FRKP akan selalu dikenang sebagai orang baik, peduli terhadap sesama dan rela membantu tanpa pamrih.

"Selamat jalan, Bro Eddy Chandra. Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahanmu, menerima iman dan perbuatan baikmu, serta menempatkanmu di rumah keabadian. Amin," katanya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda