Singkawang post author Kiwi 18 Agustus 2026

Dutono Dwijaya Soroti Pelaksanaan Kejurprov Grasstrack Kalbar Putaran 3 di Sirkuit M33, Minta Evaluasi Menyeluruh

Photo of Dutono Dwijaya Soroti Pelaksanaan Kejurprov Grasstrack Kalbar Putaran 3 di Sirkuit M33, Minta Evaluasi Menyeluruh Foto Internet

SINGKAWANG, SP - Kemeriahan Kejuaraan Provinsi Putaran 3 Kalbar 2026 Grasstrack M33 Orlando Pama Uma Minto Wijaya di Sirkuit M33 Orlando Pama Uma, Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus 2026) menyisakan sejumlah catatan.

Tuan rumah event, Dutono Dwijaya, menyampaikan harapannya agar pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan terbuka terkait beberapa persoalan yang muncul, khususnya pada hari kedua pelaksanaan, Minggu (16/8) malam.

"Saya minta ketua panitia pelaksana kegiatan harus bisa memberikan klarifikasi terhadap permasalahan yang terjadi Minggu (16/8) malam kepada semua pebalap yang berselisih," kata Dutono Dwijaya, Selasa (18/8).

Ia menilai, transparansi dan komunikasi yang baik kepada seluruh peserta menjadi penting agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan. Selain klarifikasi, ia juga berharap pihak panitia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, baik melalui media cetak maupun online.

Lebih lanjut, Dutono berharap ke depan tata kelola organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Singkawang dapat berjalan lebih baik.

Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain dugaan ketidaksesuaian antara jumlah pendaftar dengan jumlah peserta yang tampil di lintasan. Kemudian terkait perlindungan keselamatan pebalap.

Menurutnya, salah satu pebalap yang mengalami cedera patah tulang dalam event tersebut hingga kini masih menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Singkawang. Ia mendapat informasi bahwa penanganan asuransi untuk pebalap tersebut belum terselesaikan.

"Pebalap yang mengalami cedera ini masih dirawat di Rumah Sakit di Singkawang," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti jumlah kelas yang dipertandingkan. Berdasarkan regulasi, seharusnya ada 26 kelas yang dilombakan. Namun dari pengamatannya di lapangan, jumlah kelas yang dijalankan tampak melebihi ketentuan tersebut.

"Kalau sesuai event, jumlah yang dipertandingkan ada sebanyak 26 kelas, tetapi saya perhatikan seperti lebih dari 26 kelas," ujarnya.

Dutono berharap, seluruh masukan ini dapat menjadi perhatian IMI Kalimantan Barat dan IMI Pusat sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.

"Jangan sampai permasalahan ini terjadi lagi sehingga dapat mencoreng nama baik Kota Singkawang nantinya," harapnya.

Jika yang bersangkutan tidak bisa memberikan klarifikasi yang sejelas-jelasnya, sebaiknya yang bersangkutan mengundurkan diri saja dari kepengurusan IMI Singkawang.

Hingga berita ini ditayangkan, panitia pelaksana belum bisa memberikan tanggapan mengenai point-point yang disoroti. (rud)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda