Ponticity post author Kiwi 19 Agustus 2026

BPSDM Kalbar Cetak Sejarah, Gubernur Norsan Puji Terobosan Windy Hadirkan PKN II

Photo of BPSDM Kalbar Cetak Sejarah, Gubernur Norsan Puji Terobosan Windy Hadirkan PKN II Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi Kepala BPSDM Windy Prihastari atas keberhasilan menghadirkan PKN Tingkat II untuk pertama kalinya di Kalbar.

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Ria Norsan memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar Windy Prihastari atas keberhasilannya menghadirkan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Kalbar.

Untuk pertama kalinya, Kalbar dipercaya menjadi penyelenggara PKN Tingkat II. Capaian tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah.

Apresiasi itu disampaikan Ria Norsan saat membuka PKN Tingkat II sekaligus Launching Kalbar Corporate University (Kalbar Corpu) di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (18/8/2026).

Menurut Norsan, keberhasilan BPSDM Kalbar menyelenggarakan PKN Tingkat II patut diapresiasi karena selama ini ASN Kalbar harus mengikuti pendidikan kepemimpinan tersebut ke luar daerah.

Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Windy Prihastari yang dinilai berhasil membawa terobosan baru selama memimpin BPSDM Kalbar.

“Sudah ada berapa banyak yang menjabat sebagai Kepala BPSDM Kalbar, ini baru ini bisa mencapai PKN II. Terima kasih Ibu Windy, saya sangat mengapresiasi,” kata Ria Norsan.

Menurutnya, penyelenggaraan PKN Tingkat II di Kalbar bukan sekadar keberhasilan menggelar sebuah program pendidikan. Lebih dari itu, langkah tersebut menunjukkan adanya inovasi dalam pengembangan kompetensi ASN di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Norsan menilai efisiensi tidak seharusnya menjadi alasan pemerintah daerah berhenti melakukan terobosan.

Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong setiap perangkat daerah mencari cara baru agar program pembangunan dan peningkatan kualitas aparatur tetap berjalan.

“Sebagai leader harus ada perubahan yang dibuat. Jangan kita diangkat sebagai kepala dinas atau kepala badan hanya monoton. Saya ingin ada perubahan, ada kenangan kita meninggalkan sesuatu yang baik,” ujarnya.

Norsan juga melihat keberadaan PKN Tingkat II di Kalbar memberikan manfaat lebih luas.

Selain memudahkan ASN Kalbar mengikuti pendidikan kepemimpinan tanpa harus keluar daerah, penyelenggaraan PKN II juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Ini tidak hanya program pendidikan, tetapi juga bisa menambah PAD Kalbar. Uang tidak ke mana-mana, hanya berputar di Kalbar,” katanya.

Pada tahap awal, PKN Tingkat II diikuti ASN dari lingkungan Pemprov Kalbar dan 14 kabupaten/kota.

Norsan berharap keberhasilan BPSDM Kalbar ini dapat terus dikembangkan sehingga ke depan peserta PKN II tidak hanya berasal dari Kalbar.

Ia bahkan berharap ASN dari provinsi lain, termasuk Kalimantan Tengah, dapat mengikuti PKN Tingkat II di Kalbar. Norsan mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian pengetahuan dan sertifikat.

Dirinya meminta peserta mampu menerapkan ilmu kepemimpinan yang diperoleh untuk melahirkan inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

“Penekanannya untuk peserta PKN II adalah perubahan. Ilmu yang didapatkan bisa diimplementasikan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Artinya, tugasnya tidak monoton, tetapi ada perubahan dan inovasi yang dibuat untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Bagi Norsan, keberhasilan PKN II di Kalbar menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan nyata.

Langkah BPSDM Kalbar di bawah kepemimpinan Windy Prihastari pun diharapkan menjadi awal dari penguatan sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih inovatif dan berkelanjutan di Kalbar.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda